Site and learn your application

Selasa, 03 Juni 2014

Kebudayaan Bakar Batu Masyarakat Manggarai Untuk Mencegah Datangnya Air Hujan

Indo Amaterasu
Bila pada umumnya masyarakat melakukan ritual memanggil datangnya air hujan, justru di Kab. Manggarai, Prov. Nusa Tenggara Timur malah kebalikannya yaitu menangkal datangnya air hujan. Hampir semua daratan di Flores mempunyai banyak iklim, berbeda dengn di Jawa yang hanya mengenal musim hujan dan kemarau.

Iklim di Flores sangat mengerikan, terutama menginjak bulan Januari - Februari, terjangan angin puting beliung selalu memporak-porandakan rumah penduduk, serta fasilitas umum seperti tiang listrik, dan tower. Ketika Saya mendapatkan tugas di Kec. Satarmese Barat, Kab. Manggarai pernah merasakan hidup dua bulan tanpa sinyal hape, karena towernya roboh terkena badai.

Terkadang iklim dipagi hari hujan, siangnya panas, sorenya hujan, terus seperti itu setiap harinya bahkan selama satu minggu kemarau, dan satu minggu juga hujan. Kejadian unik dan penuh penasaran Saya jumpai ketika baru pulang mengajar di SMPN 7 Satarmese Barat, dijalan Saya melihat salah satu penduduk membakar batu dan kemudian memberanikan untuk bertanya kenapa membakar batu disaat hujan turun? "penduduk menjawabnya ini untuk menangkal datangnya air hujan pak Guru".

Setelah mendapatkan jawaban tersebut, Saya merasa lega karena rasa penasaran telah terjawab. Tidak hanya sampai disitu saja, Saya juga menanyakan ritual tersebut kebeberapa penduduk disekitar kontrakan, dan jawabannya sama.

0 komentar:

Poskan Komentar

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish