Site and learn your application

Kamis, 12 Juni 2014

Mengenal Serangan Hacker Dengan Teknik Phising

Indo Amaterasu
Dalam ruang lingkup dunia komputer dan keamanannya, phising dapat diartikan bentuk kejahatan dengan modus penipuan. Para hacker melancarkan phising dengan tujuan untuk mengetahui data rahasia target seperti username dan password. Contoh serangan phising yang marak akhir-akhir ini adalah BANK Mandiri, sehingga pimpinan langsung menutup beberapa account yang diduga kena target tanpa pemeberitahuan nasabah.

Saya sebagai salah satu nasabah BANK Mandiri ketika mengakses https://ib.bankmandiri.co.id menemukan beberapa kejanggalan, berikut ini hasilnya :
  • Secara mengejutkan link URL menjadi http://inforability.com, bila nasabah tidak tahu dan melanjutkan mengakses dengan memasukkan username dan password pasti 100% data akan diambil hacker, uangpun akan hilang.
  • Berikut ini BANK Mandiri yang tidak kena phising, bila dilihat secara sekilas dengan gambar diatas tidak ada perbedaan sama sekali, cuma URL yang beda.
Apabila kejahatan phising terus dibiarkan banyak pihak yang dirugikan, maka dari itu setidaknya langkah antisipasi lebih dini sangat diperlukan.

Berbagai teknik phising dan cara kerjanya :
  1. Social Engineering, masyarakat memiliki sebuah reaksi terhadap kejadian-kejadian penting, teknik ini sangat ampuh digunakan oleh hacker untuk menangkap informasi-informasi penting tanpa usaha yang rumit, seperti mengirimkan header email "Bantulah Rakyat Aceh yang tertimpa Tsunami, kirimkan informasi anda sebagai volunteer", header email lain yang menyentuh "Bantulah Korban Bencana Alam Situ Gintung, kirimkan secuil harta anda kepada mereka", dan lainnya.
  2. Manipulasi Link, teknik ini adalah menyesatkan user dengan mengklik salah satu URL yang ada di email legimate yang dikirimkan oleh hacker, seluruh email isinya asli dari perusahaan yang mengirimkannya, tetapi ada salah satu link yang dibelokkan oleh hacker yang akan menuju ke server lain yang bukan server sebenarnya (unlegitimate server). Nah, informasi user akan tertangkap oleh server palsu tersebut.
  3. Filter Evasion, seorang ahli phisher/hacker akan menggunakan teknik ini untuk menghindari jeratan/filter phishing, biasanya akan menempelkan image untuk phishing, sehingga filter phishing yang dibuat oleh developer tidak dapat mengetahui adanya phishing atau tidak.
  4. Website Forgery, seorang user sebagai korban yang mengunjungi website phishing tidak dapat mengetahui secara pasti, apakah website tersebut asli atau palsu, karena website akan dibuat sedemikian rupa sama dengan aslinya. Mungkin Anda masih ingat kasus website palsu clickbca.com atau kilkbca.com yang digunakan untuk menangkap username dan password user yang salah ketik ke situs tersebut.  Sekarang sudah lebih aman karena dilengkapi token untuk filtering transaksi e-banking. Teknik ini sangat ampuh dan sudah lama digunakan oleh hacker untuk mengelabui user. Teknik ini terkenal dengan sebutan Man-in-the middle.
  5. Phone Phishing, tidak semua serangan phishing menggunakan website palsu. Seringkali hacker menggunakan media lain yang digunakan untuk phishing. Model phone phishing digunakan para hacker untuk mengelabui para user, biasanya mengirimkan email yang berlogo asli bank yang dipakai oleh user. Dengan menggunakan beberapa kalimat official, hacker berdalih melakukan maintenance atau meningkatkan keamanan account bank user, si user dipersilahkan memasukkan kembali username dan password internet banking atau account banking, kemudian ditambahkan nomor telpon administrator atau customer service sebagai heldesk problem ini. Tetapi semua fasilitasi ini adalah palsu, dengan harapan user tidak sadar tertipu dan semua informasi rahasia bahkan mentransfer sejumlah dana kepada para phone phising tersebut.
  6. Teknik phone phishing yang lain adalah menempelkan script kecil ke situs-situs banking yang legitimate. Bila user tidak teliti maka user akan terkena jebakan yang akan menggiring user tersebut ke sebuah situs palsu tetapi official. Situs ini bisa dikatakan aspal, karena user tidak menyadari sedang mengakses situs palsu di dalam situs asli. 
Teknik ini digunakan hacker untuk menangkap semua informasi rahasia si user. Nah, dengan bocornya semua informasi penting ini, akan dapat digunakan oleh hacker untuk melakukan aksi phishing kepada user lain bahkan memperjualbelikan informasi tersebut.

0 komentar:

Poskan Komentar

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish