Site and learn your application

Senin, 21 Juli 2014

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebiasaan Belajar pada Siswa Frustasi

Indo Amaterasu
Hana, Lusi. 2010. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebiasaan Belajar pada Siswa Frustasi. Skripsi Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd, (II) Drs. Djoko Budi Santoso.

Kata kunci: frustasi, kebiasaan belajar

Kebiasaan belajar adalah segenap perilaku siswa yang ditunjukkan secara rutin dari waktu ke waktu dalam rangka kegiatan belajarnya atau suatu perilaku yang tetap dilakukan secara terus-menerus atau berulang-ulang dan akhirnya menjadi ciri seseorang, dalam hal ini adalah siswa. Dalam proses belajarnya terkadang siswa mengalami frustasi yang pada akhirnya berdampak pada kebiasaan belajarnya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan belajar siswa di sekolah, dan diharapkan dapat digunakan sebagai pengetahuan bagi guru dan konselor dalam menciptakan suasana dan kondisi yang kondusif dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.

Faktor-faktor yang dibahas dalam penelitian ini adalah toleransi frustasi siswa, sedangkan faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi kebiasaan belajar siswa telah dibahas dalam penelitian sebelumnya.

Penelitian dilaksanakan di kelas VIII F SMP N 1 Lumajang, tanggal 4 Maret sampai 20 Oktober 2010. Pendekatan yang digunakan pendekatan kualitatif, sedangkan jenis pendekatan kualitatif yang digunakan yaitu penelitian fenomenologis. Analisis data mencakup 3 hal yaitu: (1) reduksi fenomenal, (2) reduksi eiditis, (3) reduksi transadental.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa frustasi yang dialami subjek berpengaruh terhadap kebiasaan belajarnya. Subjek tidak dapat mentoleransi frustasi yang dialami pada beberapa mata pelajaran. Kebiasaan belajar yang ditimbulkan adalah kebiasaan belajar buruk, di sekolah maupun di rumah.

Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut dengan fenomena yang serupa dengan latar yang berbeda dengan multi subjek, serta dapat mengembangkan penelitian kualitatif lainnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish