Site and learn your application

Senin, 21 Juli 2014

Pengembangan Inventori Adversity Quotient dengan Media Software bagi Siswa MAN Blitar

Indo Amaterasu
Nanda Nurvita, Desika. 2011. Pengembangan Inventori Adversity Quotient dengan Media Software bagi Siswa MAN Blitar.  Skripsi Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Henny Indreswari, M.Pd.;  (II) Drs. Widada, M.Si.

Kata kunci:  inventori, adversity quotient, software

Adversity Quotient merupakan aspek yang menentukan bagaimana ketahanan individu dalam menghadapi kesulitan hidupnya, sehingga diketahui apakah individu dapat bertahan atau menyerah. Adversity quotient merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kesuksesan seseorang. Perbaikan adversity quotient siswa dapat membantu siswa dalam mengatasi setiap hambatan yang dilalui dalam hidupnya secara tepat. Sebelum diadakan perbaikan, tingkat adversity quotient siswa perlu diidentifikasi terlebih dahulu. Salah satu cara untuk mengidentifikasi tingkat adversity quotient siswa melalui pengisian inventori Adversity Quotient dengan media software yang dapat bekerja secara cepat, tepat, dan efisien.

Tujuan pengembangan ini ialah dihasilkannya deskripsi bentuk inventori Adversity Quotient dengan media software bagi siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Blitar yang memiliki validitas dan reliabilitas yang memadai, sehingga dapat digunakan oleh konselor dan siswa sebagai alat untuk mengetahui tingkat adversity quotient siswa.

Model penelitian pengembangan yang digunakan adalah model penelitian pengembangan Borg dan Gall (1983). Pengembangan inventori Adversity Quotient dengan media software mengikuti prosedur: (1) mengumpulkan informasi, (2) perencanaan, (3) menyusun prototype inventori, (4) penilaian produk oleh ahli bimbingan dan konseling, (5) revisi produk berdasarkan hasil penilaian produk oleh ahli bimbingan dan konseling, (6) uji coba produk tahap awal untuk menilai validitas dan reliabilitas, (7) revisi produk berdasarkan hasil uji coba produk tahap awal, (8) input data ke dalam software, (9) penilaian produk oleh ahli media, (10) revisi produk berdasarkan hasil penilaian oleh ahli media, (11) uji coba calon pengguna produk, (12) revisi produk berdasarkan uji calon pengguna produk, (13) uji kelompok kecil, dan (14) revisi produk menjadi produk akhir berdasarkan hasil uji kelompok kecil menghasilkan inventori Adversity Quotient dengan media software bagi siswa MAN Blitar.

Data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari masukan, tanggapan, dan saran-saran dari dosen pembimbing, dosen ahli bimbingan dan konseling, ahli media, dan subjek coba calon pengguna produk (konselor). Selain itu peneliti menerima masukan, tanggapan, dan saran-saran dari siswa mengenai uji keterbacaan inventori Adversity Quotient. Data kuantitatif  diperoleh berupa angka-angka dari hasil uji instrumen dengan menggunakan statistik perhitungan koefisien validitas dan reliabilitas, serta untuk mengetahui frekuensi skor siswa.

Pengembangan inventori Adversity Quotient dengan media software menunjukkan bahwa: (1)  dari uji ahli Bimbingan dan Konseling diperoleh hasil cenderung sesuai, (2) berdasarkan uji konsistensi internal menggunakan rumus product moment menunjukkan item pernyataan valid; ini berarti produk yang dikembangkan mempunyai tingkat kegunaan yang tinggi, sedangkan berdasarkan hasil uji reliabilitas menggunakan  rumus alpha cronbach diperoleh reliabilitas yang tinggi, (3) dari uji ahli media diperoleh hasil cenderung sangat baik, (4) dari uji calon pengguna produk diperoleh hasil cenderung sangat baik, dan (5) dari uji kelompok kecil diperoleh hasil cenderung sangat baik, sedangkan dari uji kelompok kecil untuk mengetahui tingkat adversity quotient siswa diketahui dari15 siswa subjek coba terdapat dua siswa yang memiliki skor adversity quotient tinggi dan 13 siswa memperoleh skor adversity quotient sedang.

Bertolak dari hasil uji produk, maka diberikan saran berupa: (1) saran pemanfaatan; hasil inventori Adversity Quotient dengan media software ini diharapkan dapat membantu konselor untuk mendekatkan diri dengan siswa dalam upaya memberikan bantuan kepada siswa, hendaknya menguasai software inventori Adversity Quotient, setelah siswa mengetahui tingkat adversity quotient-nya, diharapkan konselor dapat membantu siswa memperbaiki tingkat adversity quotient-nya, bahkan pada akhirnya siswa dapat menjadikan kesulitan sebagai teman, sehingga siswa tidak lagi menghindar dari kesulitan, namun menghadapinya, (2) saran diseminasi; inventori ini dapat disejajarkan dengan instrumen-instrumen psikologi yang lain, karena telah melalui uji ahli dan uji lapangan, inventori ini dapat digunakan oleh sekolah lain, asalkan disesuaikan dengan karakteristik siswa dan sekolah yang akan menggunakan inventori tersebut terlebih dahulu, (3) pengembangan produk lebih lanjut; diharapkan bagi peneliti selanjutnya, kegiatan pengembangan inventori Adversity Quotient dengan media software bagi siswa MAN Blitar dilanjutkan dengan melakukan uji lapangan utama (uji kelompok besar) agar diketahui manfaat dan keefektifan produk yang dihasilkan; bagi peneliti selanjutnya, diharapkan penelitian juga dilanjutkan dengan pengembangan paket pelatihan untuk meningkatkan tingkat adversity quotient siswa, mengingat tingkat adversity quotient individu dapat diperbaiki dan dikembangkan.



0 komentar:

Poskan Komentar

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish