Site and learn your application

Senin, 21 Juli 2014

Pengembangan Inventori Kebiasaan Belajar Berbasis Komputer Bagi Siswa Sekolah Menengah Atas

Indo Amaterasu
Amir, Varizal. 2010. Pengembangan Inventori Kebiasaan Belajar Berbasis  Komputer Bagi Siswa Sekolah Menengah Atas.  Skripsi Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. M. Ramli. M. A,  (II) Drs. Djoko Budi Santoso.

Kata kunci:  inventori, kebiasaan belajar (study habit), komputer

Kebiasaan belajar adalah cara bertindak seseorang dalam belajar baik di sekolah maupun di tempat tinggal, bersikap tetap, seragam dan sedikit banyak otomatis. Kebiasaan belajar merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar. Berbagai kebiasaan belajar yang baik dapat membantu siswa mencapai prestasi yang diharapkan. Keberhasilan pendidikan, antara lain  dapat dilihat dari kebiasaan belajar siswa. Dari kebiasaan belajarnya dapat diketahui apakah siswa tersebut berhasil dalam belajarnya atau tidak. Salah satu cara untuk mengetahui kebiasaan belajar siswa melalui pengisian inventori kebiasaan belajar. Untuk itu perlu dikembangkan inventori kebiasaan belajar berbasis komputer.

Tujuan pengembangan ini ialah dihasilkannya inventori kebiasaan belajar berbasis software komputer bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA)  yang berterima secara teoritis, sehingga dapat digunakan oleh konselor dan siswa sebagai alat untuk mengetahui kebiasaan belajar.

Model penelitian pengembangan yang digunakan adalah model penelitian pengembangan Borg and Gall (1983). Pengembangan inventori kebiasaan belajar berbasis komputer berlangsung sebagai berikut: (1) menentukan bidang yang dikembangkan, (2) perencanaan, (3) menjabarkan variabel, indikator, deskriptor, (4) mengembangkan butir-butir pernyataan, (5) uji ahli bimbingan dan konseling, uji instrumen dan uji keterbacaan di lapangan, (7) input data ke dalam software, (8) uji ahli media, dan (9) calon pengguna produk.

Data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari masukan, tanggapan, dan saran-saran dari dosen pembimbing, dosen ahli bimbingan dan konseling, ahli media, dan ahli lapangan/ konselor. Selain itu peneliti menerima masukan, tanggapan, dan saran-saran dari siswa mengenai uji keterbacaan inventori kebiasaan belajar. Data kuantitatif  diperoleh berupa angka-angka dari hasil uji instrumen dengan menggunakan statistik untuk mengetahui frekuensi skor siswa, perhitungan koefisien validitas dan reliabilitas.

Hasil pengembangan menunjukkan bahwa inventori kebiasaan belajar berbasis komputer, yang dikembangkan: (1)  mempunyai tingkat ketepatan yang tinggi dalam penyajian datanya, (2) mempunyai tingkat kegunaan yang tinggi, (3) pengoperasiannya  mudah digunakan oleh konselor dan siswa, dan (4) mempunyai tingkat kemenarikan yang tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian pengembangan tersebut, maka saran yang diberikan adalah: (1) Konselor,  sebagai pembimbing utama dalam pelaksanaan penggunaan software dan sekaligus sebagai pembimbing yang menjelaskan cara penggunaan software kepada anak didiknya, hendaknya menguasai software dan hardware  komputer, karena bergubungan dengan installasi software dan untuk memperlancar jalannya pelaksanaan pemakaian software. (2) Kepala sekolah hendaknya menyediakan beberapa komputer khusus untuk kegiatan bimbingan dan  konseling, sehingga konselor tidak harus menumpang pada laboratorium TIK sekolah untuk aplikasi software inventori kebiasaan belajar. Hal ini dilakukan agar mempermudah dan memperlancar pelaksanaan pengisian software inventori kebiasaan belajar. (3) Sebagai kelanjutan hasil penelitian pengembangan sebaiknya produk disebarluaskan kepada subjek  di sekolah, yaitu beberapa siswa SMA. Supaya diketahui keefektifan produk yang dihasilkan yaitu  dalam hal ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kepraktisan



0 komentar:

Poskan Komentar

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish