Site and learn your application

Senin, 21 Juli 2014

Pengembangan Paket Bimbingan Konsep Diri Untuk Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 18 Malang

Indo Amaterasu
Ratnaningsih, Rini. 2010. Pengembangan Paket Bimbingan Konsep Diri Untuk Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 18 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. (II) Drs. Hariadi Kusumo.

Kata kunci : Pengembangan paket, konsep diri, siswa SMP

Siswa yang duduk di bangku SMP saatnya menginjak masa remaja dan mulai mencari identitas diri. Pada masa remaja ini terjadi perubahan fisik maupun psikologis. Perubahan fisik  tersebut terkadang menimbulkan ketidak siapan pada sebagian remaja sehingga ketidak siapan itu membuat remaja menjadi kurang memahami jati diri mereka. Mereka yang kurang memahami jati diri mereka, akan selalu takut dan ragu untuk melangkah atau bertindak. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa jati diri atau identitas diri merupakan proses terbentuknya konsep diri remaja. Terkait dengan konsep diri konselor mempunyai tugas untuk membimbing siswa agar menemukan konsep diri serta menumbuhkan konsep diri yang positif pada diri siswa tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan cara memberikan layanan bimbingan tentang konsep diri. Salah satu media yang dapat digunakan untuk mengembangkan pengetahuan siswa dalam memahami konsep diri adalah dengan dikembangkannya paket bimbingan kionsep diri untuk siswa.

Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan paket bimbingan konsep diri untuk siswa SMP kelas VIII yang berterima secara teoritis dan praktis digunakan oleh konselor Sekolah Menengah Pertama sebagai media pemberian informasi tentang konsep diri.

Model pengembangan yang digunakan adalah model pembelajaran Dick & Carey. Pengembangan paket berlangsung sebagai berikut : (1) melakukan need assesment,(2) penyusunan paket bimbingan konsep diri, (3) uji ahli BK, uji ahli media (4) revisi dari uji ahli BK dan uji ahli media, (5)Uji coba calon pengguna produk, (6) revisi dari hasil uji coba calon pengguna produk yaitu konselor. Penilaian dilakukan oleh ahli bimbingan konseling, dan ahli media. Data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan angket untuk penilaian uji ahli dan calon pengguna produk. Tehnik analisis data yang digunakan adalah tehnik analisis deskriptif. Produk yang dikembangkan adalah Paket Bimbingan Konsep Diri untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Malang yang  terdiri atas (1) panduan Paket Bimbingan Konsep Diri untuk konselor; dan (2) materi bimbingan konsep diri  untuk siswa, yang terdiri dari tiga penggalan yaitu: (1) konsep diri (2) peranan konsep diri (3) membangun konsep diri.

Hasil pengembangan menunjukkan tingkat kevalidan Paket Bimbingan Konsep Diri pada aspek kegunaan memilki skor rata-rata 3,2 (uji ahli) dengan kriteria sangat berguna dan 3,2 (uji calon pengguna produk) dengan kriteria sangat berguna. Pada aspek kemudahan memiliki skor rata-rata 3 (uji ahli) dengan kriteria mudah dan 3 (uji ahli dan calon pengguna produk) dengan kriteria mudah. Pada aspek ketepatan memiliki skor rata-rata 3 (uji ahli) dengan kriteria tepat dan 3,1 (uji ahli dan calon pengguna produk) dengan kriteria sangat tepat. Pada aspek kemenarikan memiliki skor rata-rata 2,9 (uji ahli) dengan kriteria menarik dan 3,2 (uji ahli dan calon pengguna produk) dengan kriteria sangat menarik.Hasil analisis data kualitatif menunjukkan bahwa terdapat beberapa komponen paket yang harus direvisi: (1) penggunaan istilah “kamu” pada langkah langkah kegiatan  dalam paket bimbingan konsep diri diganti dengan istilah “anda”, (2) Tampilan visual pada paket bimbingan terutama pada penggunaan frame di pinggir atau keliling isi , (3), warna teks font atau sub judul terlalu lemah, (4) ilustrasi atau gambar perlu ditambahkan, (5) bahasa sesuai dengan tingkatan siswa SMP, (6) perbanyak contoh-contoh yang berhubungan dengan materi konsep diri

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang diberikan adalah: (1) konselor sebagai pembimbing hendaknya harus benar-benar memahami prosedur bimbingan dan materi bimbingan agar siswa dapat mencapai tujuan bimbingan yang dikehendaki, (2) konselor dapat menambahkan media lain agar dapat menarik perhatian siswa dalam mempelajari materi konsep diri, (3) sebagai kelanjutan maka perlu uji coba produk kepada sasaran yaitu siswa agar mengetahui keefektifan produk yang dihasilkan.

0 komentar:

Poskan Komentar

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish