Site and learn your application

Selasa, 22 Juli 2014

Perbedaan Keterampilan Hubungan Interpersonal antara Siswa Kelas Olimpiade dan Siswa Kelas Reguler di SMAN 5 Malang

Indo Amaterasu
Desianti, Fifi Setia. 2010. Perbedaan Keterampilan Hubungan Interpersonal antara Siswa Kelas Olimpiade dan Siswa Kelas Reguler di SMAN 5 Malang. Skripsi, Bimbingan Konseling dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd. (2) Drs. Hariadi Kusumo.

Kata kunci: Hubungan interpersonal, kelas olimpiade, kelas reguler.

Keterampilan hubungan interpersonal merupakan kecakapan sosial yang perlu dimiliki oleh setiap siswa baik siswa kelas olimpiade maupun siswa kelas reguler. Kecakapan itu diperlukan untuk dapat melakukan interaksi dengan lingkungan sekitar. Sekolah merupakan lingkungan untuk mengembangkan keterampilan hubungan interpersonal  karena siswa banyak menghabiskan waktu dan kesempatan untuk berinteraksi dengan sesama siswa, guru dan pihak sekolah lain.

Tujuan penelitian adalah untuk: (1) Mengetahui tingkat keterampilan hubungan interpersonal siswa kelas olimpiade di SMAN 05 Malang, (2) Mengetahui tingkat keterampilan hubungan interpersonal siswa kelas reguler di SMAN 05 Malang, (3) Mengetahui adanya perbedaan keterampilan hubungan interpersonal antara siswa kelas olimpiade dan siswa kelas reguler di SMAN 05 Malang.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif. Populasi penelitian adalah siswa kelas olimpiade dan siswa kelas reguler SMAN 5 Malang. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas olimpiade dengan jumlah 65 siswa dan siswa kelas reguler kelas X dan XI berjumlah 127 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling untuk siswa kelas olimpiade dan Stratified Random Sampling untuk siswa kelas reguler. Pengumpulan data menggunakan  inventori keterampilan hubungan interpersonal dengan skala selalu, sering, kadang-kadang, dan tidak pernah. Teknik analisis yang digunakan adalah persentase dan uji-t.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) 8% siswa kelas olimpiade memiliki keterampilan hubungan interpersonal sangat tinggi, 82% tinggi, 10% sedang dan tidak ada siswa yang memiliki keterampilan hubungan interpersonal kurang dan sangat kurang, 2) 3% siswa kelas reguler memiliki keterampilan hubungan interpersonal sangat tinggi, 83% tinggi, 18% sedang  dan tidak ada siswa yang memiliki keterampilan hubungan interpersonal kurang dan sangat kurang, 3) berdasarkan hasil analisis uji-t, nilai t tabel adalah sebesar 1,980 dan nilai t hitung sebesar 0,045 dengan signifikansi (Sig) = 0,964. Karena nilai t hitung (0,045) < t tabel (1,980), dengan demikian hipotesis nihil diterima dan hipotesis alternative ditolak pada taraf signifikansi 95%. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan keterampilan hubungan interpersonal antara siswa kelas olimpiade dan siswa kelas reguler.

Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti menyarankan kepada berbagai pihak: 1) Kepala Sekolah: meninjau ulang kebijakan mengenai kurikulum untuk kelas olimpiade dan reguler dan memberikan kebijakan untuk penataan kurikulum kembali bagi siswa kelas olimpiade, 2) Konselor: hendaknya mengembangkan keterampilan hubungan interpersonal siswa kelas olimpiade dan siswa kelas reguler, meninjau hasil keterampilan hubungan interpersonal siswa kelas olimpiade dan siswa kelas reguler untuk memperbaiki aspek keterampilan hubungan interpersonal siswa yang masih kurang khususnya sikap percaya dan keterbukaan diri siswa kelas olimpiade, 3) Orang tua: hendaknya banyak berinteraksi dan komunikasi dengan anaknya agar anak terbiasa untuk berinteraksi dengan orang lain, dan 4) Peneliti lanjut: hendaknya memperluas populasi penelitian, mengembangkan instrumen penelitian supaya mampu mengungkap informasi yang ingin diperoleh secara lebih dalam, dan menggunakan teknik pengumpulan data lain, seperti wawancara dan observasi.

0 komentar:

Poskan Komentar

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish