Site and learn your application

Selasa, 12 Agustus 2014

Instrument Musik Sampe

Indo Amaterasu
Instrument Musik Sampe
Sampe adalah salah satu alat musik tradisional khas melayu orang-orang suku Dayak yang hidup tersebar di berbagai wilayah di Kalimantan Timur. Penyebutan alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik ini berbeda-beda dalam tradisi masing-masing sub suku Dayak yang ada di Kalimantan Timur. Orang-orang suku Dayak sendiri termasuk dalam ras rumpun melayu, yakni Melayu Tua atau Proto Melayu.

Dirujut dari riwayat genetikanya, orang-orang suku Dayak yang hidup tersebar di pulau Borneo masih termasuk rumpun suku bangsa Melayu. Bahkan, suku Dayak yang terdiri dari puluhan sub etnis ini tergolong rumpun Melayu Tua atau Proto Melayu. Leluhur orang Dayak adalah orang-orang dari ras Mongoloid-Austronesia yang datang ke wilayah Nusantara pada Zaman Batu atau sekitar tahun 2500 Sebelum Masehi. Kelompok migrasi ini berasal dari Yunan (sekarang menjadi salah satu provinsi di Cina) tiba di bumi Melayu dengan menyusuri Sungai Mekong melalui Cina, Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, hingga ke Laut Cina Selatan. Selain orang-orang suku Dayak, beberapa suku bangsa di Nusantara yang masih memiliki garis darah dengan orang-orang Proto Melayu antara lain: orang-orang Toraja di Sulawesi Selatan, Sasak di Lombok (Nusa Tenggara Barat), Batak di Sumatera Utara, Nias di Pantai Barat Sumatera Utara, Suku Anak Dalam di Jambi, Suku Talang Mamak di Riau, Suku Laut di Kepulauan Riau, dan Suku Rejang di Bengkulu.

suku Dayak yang sebagian besar menetap di wilayah Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia Timur telah melalui periodesasi zaman yang sangat lama. Oleh karena itu, kaum Melayu Tua ini tentunya memiliki peradaban dan kebudayaan beserta semua perangkat adat dan tradisinya. Salah satu wujud hasil budaya orang Dayak adalah alat musik tradisional yang memiliki ciri dan kegunaan yang khas. Dalam kehidupan sehari-hari orang Dayak, seni musik dan alat-alat musiknya menjadi salah satu media yang diperlukan dalam pelaksanaan upacara-upacara adat, selain tentu saja juga berfungsi sebagai sarana hiburan. Terdapat berbagai jenis alat musik dalam tradisi kebudayaan orang Dayak, termasuk alat musik pukul, tiup, maupun petik. Salah satu alat musik petik yang cukup poluler di kalangan suku Dayak, terutama orang-orang suku Dayak yang hidup di Kalimantan Timur, adalah sampe.

Sampe dalam bahasa lokal suku Dayak dapat diartikan “memetik dengan jari”. Dari makna namanya itu diketahui dengan jelas bahwa sampe adalah perangkat musik yang dimainkan dengan cara dipetik. Namun, penamaan alat musik Melayu Dayak ini ternyata berbeda-beda di tiap-tiap sub etnis suku Dayak yang ada di Kalimantan Timur. Nama sampe (sampe’) digunakan oleh orang-orang suku Dayak Kenyah, orang-orang suku Dayak Bahau dan Kanyaan menyebutnya dengan nama sape(sape’), suku Dayak Modang mengenal alat musik ini sebagai sempe, sedangkan orang-orang Dayak Tunjung dan Banua menamainya dengan sebutan kecapai’. Penyebutan terakhir, yakni kecapai’, semakin memberikan gambaran yang sedikit lebih jelas mengenai seperti apa sebenarnya wujud alat musik petik ini. Kata kecapai’ nyaris mirip dengan kecapi, alat musik petik dari Jawa Barat, yang tampaknya lebih sering didengar oleh masyarakat pada umumnya. Dari segi bentuk, alat musik petik yang menyerupai sampe adalah hapetan, alat musik khas Batak dari Tapanuli (Sumatra Utara) dan jungga yang dimainkan oleh orang-orang rumpun Melayu dari Sulawesi Selatan.