Site and learn your application

Minggu, 03 Agustus 2014

Layang Swara Memperebutkan Drupadi

Indo Amaterasu
Drupadi
Drupadi adalah anak dari Raja kerajaan Panchala yaitu Drupada, beliau mempunyai saudara yang bernama Srikandi dan Destrayumna. Sebelumnya Drupada hanya memiliki anak perempuan bernama Srikandi yang merupakan penjelmaan Dewi Amba. Srikandi lahir ke bumi dengan takdir untuk membunuh Bisma (Kakek dari Pandawa).

Kekalahan Drupada oleh Arjuna membuat sang Raja diliputi rasa dendam, karena Arjuna adalah murid Guru Drona. Guru Drona pada masa mudanya merupakan sahabat Drupada, namun Raja Panchala tersebut tidak terima dikalahkan murid Guru Drona. Raja Drupada kemudian mengadakan upacara Yadnya untuk meminta anak laki-laki, kemudian lahirlah Destrayumna. Namun dalam upacara Yadnya harus meminta dua permintaan sebagai penyeimbang yaitu anak perempuan. Drupada tidak mau melanjutkan upacara tersebut, namun dewa api marah dan hampir membakar Drupada. Akhirnya dengan terpaksa Drupada meminta anak perempuan, tetapi dalam doanya beliau meminta anak perempuan yang dalam hidupnya tidak dipenuhi rasa keadilan, kemudian lahirlah Drupadi.

Drupadi merupakan putri yang selalu menentang ayahnya Raja Drupada, sampai pernah diusir dari kerajaan Panchala kemudian bertemu dengan Basudewa Krisna. Berkat bujukan Krisna Drupadi mau kembali ke Panchala, namun terjadi pertentangan dengan Raja Drupada. Pada saat itu juga Guru Drona datang ke Panchala untuk silaturahmi tetapi malah ditantang oleh Drupada. Raja Panchala tersebut memerintahkan Destrayumna untuk membunuh Guru Drona, namun Guru Drona malah tersenyum dan berkata bila engkau mengharapkan kematianku dari anakmu maka aku siap menerimanya. Krisna yang melihat kejadian tersebut tidak tinggal diam, langsung mengeluarkan ajian pamungkasnya yaitu Cakra, dalam sekejap tentara Panchala tewas. Karena marah Krisna hampir membunuh Drupada, namun kemudian Drupadi lari untuk melindungi ayahnya. Atas permintaan Drupadi akhirnya Krisna mau memaafkan Drupada.

Krisna merupakan penjelmaan Dewa Wisnu yang ditugaskan turun ke bumi untuk menegakkan keadilan antara Pandawa dan Kurawa. Setelah mendapatkan wejangan dari Krisna, akhirnya Drupada sadar akan kesalahannya dan beliau juga sangat menyesal pernah mengusir Drupadi dan memusuhi sahabatnya Guru Drona.

Demi terwujutnya kerajaan Arya yang damai, Krisna memerintahkan Drupada untuk mengadakan layang swara yang diikuti oleh putra mahkota seluruh daerah Arya. Dalam acara tersebut juga diikuti oleh Duryudana, Prabu Salya, Adipati Karna, dan lain sebagainya. Sebenarnya Adipati Karna berhasil memenangakan lomba tersebut, namun Drupadi tidak mau menerima sebagai suaminya. Layang swara Drupadi, adalah berupa lomba memanah, dengan busur yang berat serta sasaran tembak berada diangkasanya. Yang boleh dipanah adalah mata ikan ilusi yang ada dilangit. Hampir semua perseta gagal dalam kompetisi ini, Raja Drupada merasa cemas namun ditenangkan oleh Krisna, Basudewa Krisna berkata cuma ada dua pemanah hebat di seluruh wilayah Arya yaitu Adipati Karna dan Arjuna.

Sebenarnya Arjuna tidak minat dengan kompetisi ini, karena ditugaskan oleh Yudhistira untuk mencari makanan maka mereka berlima pergi ke kerajaan Panchala dan bertemulah dengan para Brahmana kemudian mengajaknya melihat layang swara. Karena para putra mahkota tidak ada yang berhasil dalam kompetisi menanah, dan Krisna melihat kedatangan Arjuna yang menyamar sebagai Brahmana, maka menyuruh raja Drupada supaya memberikan intruksi bahwa peserta lomba juga boleh diikuti kaum Brahmana. Arjuna maju, dan berhasil memanah pas mengenai mata ikan ilusi, dan berhak mendapatkan Drupadi.

Arjuna pulang membawa Drupadi untuk dinikahinya namun atas perintah ibuya Kunti maka demi rasa keadilan Drupadi harus menikah dengan kelima anaknya. Ada perbedaan cerita wayang versi Jawa dan India, kalau versi Jawa Drupadi hanya menikah dengan Yudhistira karena disesuaikan dengan ajaran agama Islam oleh para wali bahwa perempuan tidak berhak menikah dengan beberapa laki-laki.


0 komentar:

Poskan Komentar

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish