Site and learn your application

Sabtu, 16 Agustus 2014

Mengenal Ke-6 Anak Kunti

Indo Amaterasu
Pandawa Lima
Dalam cerita pewayangan India dan Jawa pasti kita tidak asing lagi dengan namanya Pandawa, kelima Pandawa adalah anak Kunti suami Pandu. Pandu adalah Raja Hastinapura, namun beliau lebih memilih bertapa mendekatkan diri pada yang pencipta dan menyerahkan tahta Hastinapura pada adiknya yang bernama Destrarasta. Raja Destrarasta mempunyai anak 100 biasa disebut Kurawa, anak tertua bernama Duryudana.

Mahabharata bagian pertama atau Adiparwa mengisahkan seorang putri bernama Kunti yang pada suatu hari ditugasi menjamu seorang pendeta tamu ayahnya, yaitu Resi Durwasa. Atas jamuan itu, Durwasa merasa senang dan menganugerahi Kunti sebuah ilmu kesaktian bernama Adityahredaya, semacam mantra untuk memanggil dewa dan mendapat anugerah putra darinya. Pada suatu hari, Kunti mencoba mantra tersebut setelah melakukan puja di pagi hari. Ia mencoba berkonsentrasi kepada Dewa Surya, dan sebagai akibatny, dewa penguasa matahari tersebut muncul untuk memberinya seorang putra, sebagaimana fungsi mantra yang diucapkan Kunti. Kunti menolak karena ia sebenarnya hanya ingin mencoba keampuhan Adityahredaya. Surya menyatakan dengan tegas bahwa Adityahredaya bukanlah mainan. Sebagai konsekuensinya, Kunti pun mengandung. Namun, Surya juga membantunya segera melahirkan bayi tersebut. Surya kembali ke kahyangan setelah memulihkan kembali keperawanan Kunti.

Dalam bahasa Sanskerta kata karṇa bermakna "telinga". Hal ini mengakibatkan muncul mitos bahwa Karna lahir melalui telinga Kunti. Namun, Karna juga dapat bermakna "mahir" atau "terampil". Kiranya nama Karna ini baru dipakai setelah Basusena atau Radheya dewasa dan menguasai ilmu memanah dengan sempurna.

Kunti membuang bayi Karna di sungai Gangga dan diselamatkan oleh Kusir bernama Wirata. Karna besar diasuh Wirata, namun ketika dewasa Karna mulai mencari jati dirinya dan tdak pasrah terhadap keadaan sebagai anak kusir, sehingga mempunyai keinginan menjadi orang pentinggi di Hastinapura. Berkat kelicikan Sangkuni yang mengetahui Karna mempunyai keahlian berperang dan ahli memainkan panah, Duryudana dan Sngkuni mengangkatkanya sebagai raja dari kerajaan Angga.

Sampai akhir ajalnya Karna berada dipihak Kurawa, dan tidak pernah menyesal membela Kurawa karea berutang budi pada Duryudana yang telah mengangkat derajatnya menjadi Raja. Dalam perang Kurukshetra Karna hampir menyerah berkat wejangan Basudewa Krishna yang menceritakan bahwa Pandawa adalah adiknya, namun Karna terlanjur mengucapkan sumpahnya pada Kunti bahwa tidak akan membunuh Pandawa kecuali Arjuna.

Berikut ini silsilah keturunan anak dari Kunti :
  1. Karna : anak Kunti dengan Dewa Matahari
  2. Yudhistira : anak Kunti dengan Dewa Yama
  3. Bimasena : anak Kunti dengan Dewa Bayu
  4. Arjuna : anak Kunti dengan Dewa Indra
  5. Nakula : anak Kunti dengan Dewa kembar Tabib Aswin
  6. Sadewa : anak Kunti dengan Dewa kembar Tabib Aswin.
Karna
Karna

Karna, adalah keturunan Batara Surya dan sebagai titisannya tubuh Karna ketika terkena senjata mengeluarkan baju besi baja yang menempel di kulitnya mulai perut sampai dada, baju tersebutt berwarna kuning layaknya sianr matahari. Tidak ada senjata yang mampu menembusnya, bahkan busur panah Gandiwa milik Arjuna. Beliau terbunuh panah Arjuna mengenai lehernya yang tidak dilindungsi baju besi pemberian Batara Surya.
Yudhistira
Yudhistira

Yudhistira, merupakan keturunan Dewa Yama yang mampu menegakkan kejujuran dan keadilan. Semasa hidupnya Yudhistira tidak pernah berbohong, kecuali pada perang Kurukshetra beliau menipu Guru Drona atas saran Krishna untuk mengatakan bahaw Gajah Aswatama terbunuh. Guru Drona mengira yang terbunuh adalah anaknya Aswatama, sehingga Drona tidak sanggup lagi meneruskan perang dan mempersilahkan Drestadyumna untuk memenggal kepalanya.
Bimasena
Bimasena

Bimasena, adalah anggota Pandawa yang mempunyai sifat galak, kejam terhadap musuhnya, tidak pernah basa-basi namun sangat penyayang dan baik pada keempat saudaranya. Sama halnya dengan Hanuman yang merupakan reingkarnasi Dewa Bayu (Dewa Angin) yang kuat dalam berperang, Bima juga mewarisi titisan Hanuman.
Arjuna
Arjuna

Arjuna, merupakan keturunan Dewa Indra yang mewarisi kemampuan dalam memainkan senjata. Dalam wicarita Mahabarata yang bisa menandingi Arjuna adalah saudara tertuanya sendiri yaitu Karna. Dalam perang Kurukshetra Karna tewas ditangan Arjuna dengan busur Gandiwa pemberian Dewa Agni (Api).
NakulaSadewa
Nakula & Sadewa

Nakula & Sadewa, seperti Dewa Kembar Tabib Aswin kedua saudara tersebut mahir memainkan senjata pendang. Nakula ahli dalam ilmu pengetahuan beliau bisa meramal sesuatu yang belum terjadi, sedangkan Sadewa mempunyai keahlian berbicara dengan binatang seperti Nabi Sulaiman.



0 komentar:

Poskan Komentar

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish