Site and learn your application

Selasa, 16 September 2014

11 Fakta Menarik Mahabarata Versi Indonesia & India

Indo Amaterasu
Sunan Kalijaga
Demam Mahabarata kini telah muncul kembali, bahkan ratingnya mengalahkan filem Korea. Kisah Mahabarata yang tayang di ANTV ternyata ceritanya berbeda dengan Wayang Jawa. Perbedaan ini memang disesuikan oleh Sunan Kalijaga sebagai media dakawah menyebarkan agama Islam. Tentunya disesuaikan dengan ajaran-ajaran yang benar.
Pertunjukan Wayang Jawa

Beikut ini 11 fakta menarik kisah Mahabarata versi Indonesia & India :
  1. Menurut sumber asli dari India, Drupadi mempunyai istri 5 pandawa, yaitu Yudhistira, BIMA, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Menurut cerita Wayang Jawa, media Wayang dimanfaatkan sunan Kalijaga untuk menyebarkan agama Islam. Alasan sunan Kalijaga menggunakan Wayang sebagai alat dakwah karena pada saat itu Wayang merupakan kesenian yang banyak digandrungi masyarakat. Tentunya alur cerita disesuaikan dengan ajaran-ajaran Islam, karena Islam melarang wanita poligami maka alur ceritanya diubah dengan Drupadi menikah dengan Yudhistira saja.
  2. Saudara tertua Pandawa sebenarnya bukan Yudhistira, namun Karna si Raja Angga. Karna lahir melalui telingan Kunthi saat belum menikah dengan Raja Pandu. Karna adalah titisan batara Surya, jadi sepanjang hidupnya dilindungi dewa Matahari.
  3. Pasupasastra (pasopati) sebenarnya bukan senjata panah Arjuna, namun sebuah wejangan yang diberikan oleh Dewa Siwa.
  4. Dalam wicarita wayang Jawa, BIMA mempunyai kuku pancanaka namun menurut versi India senjata utamanya hanya Gada.
  5. Tahukan Anda, siapa yang membunuh 100 Kurawa? yang membunuh semua putra Destrarastra adalah BIMA. Bahka ke empat padawa lainnya dilarang membunuhnya. BIMA telah bersumpah kepada Duryudana saat tragedi pelucutan baju Drupadi, bahwa yang boleh membunuh 100 Kurawa hanyalah dirinya. Sedangkan Arjuna membunuh kakaknya sendiri adipati Karna. Nakula dan Sadewa mengalahkan tentara Kurawa, dan tentara Narayani.
  6. Ada beberapa buku Bahasa Daerah Sekolah Dasar yang menulis kisah Gatotkaca. Putra BIMA tersebut mati dengan kerangka kerisnya sendiri, namun versi aslinya Gatotkaca tewas dengan panah Kuntho milik Karna.
  7. Panah Kuntho adalah senajata pemberian Dewa Indra. Panah tersebut disimpan Karna untuk membunuh Arjuna, namun dalam perang kurukshetra Kurawa dibuat kocar-kacir oleh Gatotkaca, dalam kondisi terdesak Karna melepaskan panah Kuntho.
  8. Srikandi adalah penjelmaan Dewi Amba, Srikandi inilah yang memberikan andil besar kematian paman pandawa BISMA. Dewi Amba pada mulanya pernah ditolak cintanya oleh BISMA, dan terbunuh dengan panah BISA. Dewi Amba reingkarnasi ke bumi dengan tujuan membalaskan dendam untuk membunuh BISMA.
  9. Punakawan Semar, Gareng, Petruk, Bagong tidak ada dalam lakon Wayang versi India.
  10. Menurut cerita Jawa, semua putra pandawa tewas namun Parikesit berhasil diselamatkan Krishna dan menjadi penerus kerjaan Hastinapura. Berdasarkan cerita aslinya Parikesit tewas ketika masih berada dalam kandungan Utari, terkena senjata Brahmastra Aswatama.
  11. Dalam perang Kurukshetra, Balarama kakak Krishna tidak ikut perang bukan karena bertapa seperti yang ada pada cerita Wayang Jawa namun telah bersumpah untuk tidak mendudukung pandawa dan kurawa.

0 komentar:

Poskan Komentar

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish