Site and learn your application

Sabtu, 13 September 2014

Yang Berada Disamping Krishna (Narayana) Pasti Menang

Indo Amaterasu
Yang Berada Disamping Krisna (Narayana) Pasti Menang
Sang ahli strategi Pandawa yang menang melawan Kurawa adalah Krishna, bahkan Sangkuni sebagai juru strategi Kurawa tidak mampu bersaing dengan Basudewa Krishna. Setelah hukuman pengasingan selama 13 tahun dihutan selesai, Pandawa ngamuk sehingga melayangkan surat kepada Raja Destrarasta dengan isi mengajak perang melawan 100 Kurawa untuk membalaskan dendam akibat kekalahan dadu dengan kelicikan Sangkuni dan tragedi pelucutan baju Drupadi.

Melihat pergerakan Pandawa, Kurawa menjadi ketar-ketir akan kekalahannya soalnya dipihak Pandawa ada Arjuna dengan Panah Brahmastranya dan Gada BIMA yang telah mendapatkan anugerah dari Hanuman. Atas perintah Sangkuni, Duryudana pergi ke Dwaraka untuk mencari bantuan. Tujuan Snagkuni sebenarnya ada dua, yang pertama ingin mengadu domba Krishna dengan kakanya Balarama, dan ingin mendapatkan dukungan dari Balarama.

Duryudana merasa yakin 100% Balarama mendukungnya, karena Duryudana adalah murit kesayangannya dalam adu Gada. Ternyata Balarama dan Krishna mengambil keputusan yang tepat dengan tidak memihak Pandawa dan Kurawa. Balarama berkata kepada Duryudana siapa yang disamping Krishna pihaknya akan menang, karena Krishna adalah Narayana (titisan Dewa Wisnu), dan Krishna berjanji akan memberikan bantuan kepada yang pertama kali meminta bantuan.

Atas perintah Drupadi, Arjuna pergi ke Dwaraka untuk meminta bantuan Krishna. Di Dwaraka Arjuna bertemu dengan putranya Abimanyu dan Istrinya Subadra yang tidak lain adalah adik Krishna dan Balarama. Subadra mengatakan bahwa kakanya akan memberikan bantuan bagi yang meminta duluan. Disaat yang bersamaan Arjuna, dan Duryudana bertemu Krishna namun si Narayana sedang tidur.

Duryudana enggan membangunkan Krishna, dan duduk di atas kursi. Arjuna lantas duduk dibawah tempat tidur Krishna sambil menunggunya bangun. Ketika Krishna bangun, yang dilihat pertama kali adalah Arjuna, dan kemudian Duryudana ada disampingya duduk di kursi. Karena yang muncul pertama kali dihadapannya adalah Arjuna, maka memeprsilahkan Arjuna untuk meminta bantuan terlebih dahulu.

Duryudana marah dan mengatakan "engkau Krishna telah melanggar janjimu seperti apa yanng dikatakan kakakmu Balarama, bahwa yang meninta duluan maka akan dituruti permintaanya". Krishna berdiri lalu tersenyum, mungkin engkau keliru memahami kata-kata kakaku Balarama, maksutku bukan begitu tetapi siapa yang pertama kali mumcul dihadapanku maka beliau harus memilih duluan.

Krishna memberikan dua pilihan, yang pertama Krishna akan memberikan pasukan Narayana yang tanggguh, terlatih, serta menguasai banyak senjata. Pilihan kedua Krishna hanya akan mendampingi pihak yang memintanya karena telah bersumpah bersama kakaknya Balarama untuk tidak mengakat sejata Cakra Baskara dalam perang nanti.

Cakra Baskara adalah senjata terkuat yang pernah ada dan tidak ada yang mampu mengalahkannya kecuali senjata pemberian Dewa, bahkan Dewa juga berhati-hati dengan kekuatan Krishna bersama Cakranya. Dengan pertimbangan bahwa Krishna tidak mengangkat senjatanya maka Duryudana dalam hatinya akan memilih pasukan Narayana.

Krishna mempersilahkan Arjuna untuk memilih duluan, karena Arjuna dekat dengan Krishna dan tau sifatnya sehingga memintanya untuk berada disamping Pandawa. Mendengar pilihan Arjuna, Duryudana merasa kegirangan karena keinginannya untuk mendapatkan tentara Narayana segera terwujut.

Dalam perang di Kurukshetra (atau istilah Jawanya perang Barata Yudha), Krishna menjadi kusir kereta kuda Arjuna. Berkat kecerdikan dan siasat Krishna akhirnya Pandawa berhasil mengalahkan Kurawa dan merebut kembali tahta Hastinapura ke pihak Pandawa.


0 komentar:

Poskan Komentar

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish