Site and learn your application

Minggu, 05 Oktober 2014

Misi Perdamaian Krishna Ditolak Duryudana

Indo Amaterasu
Misi Perdamaian Krishna Ditolak Duryudana
Raja Destrarastra dan Gandari mendengarkan ramalan resi tentang akhir kehancuran bangsa Kuru, ke 100 Kurawa diramalkan akan mati ditangan BIMA kecuali 1 yang masih selamat yaitu mereka yang mempunyai hati yang bersih (Wikarna). Begitupun dipihak Pandawa, si Krishna melihat semua anak Pandawa tewas dalam perang nanti, dan yang bakal menjadi penerus Hastinapura adalah anak Abimanyu dan Subadra yang bernama Parikesit.

Kekhawatiran kedua belah pihak, masing-masing telah menyuruh utusannya untuk mengajukan jalan damai. Kurawa mengundang Basudewa Krishna membahas perdamaian, dilain pihak Pandawa menyuruh Krishna untuk menawarkan misi damai.

Sesampainya di Hastinapura Krishna berbicara dengan sang Raja Destrarasta dan para petinggi kerjaan bahwa Pandawa mau membatalkan perang dengan syarat kerajaan Indraprasta dikembalikan ke Pandawa karena itu memang haknya. Usulan ini ternyata ditolak mentah-mentah oleh Duryudana, dan bahkan berniat membuat Krishna malu dengan menyuruh anak buahnya mengikat dengan rantai yang besar.

Niat jahat Duryudana tidak membuat Krishna gentar, malah mempersilahkan untuk menangkapnya dan diikat dengan rantai. Dengan kekuatannya sebagai titisan Dewa wisnu, Krishna membalikkan keadaan dalam ilusi. Dalam ilusi tersebut Duryudana terkepung dan mendapatkan siksaan dari para petinggi kerajaan, dan Raja Destrarasta diberi penglihatan sesaat oleh Krishna namun ketika melihat Krishna matanya kesakitan tidak tahan melihat silaunya sinar matahari yang menyeliputi Krishna.

Bahkan seluruh petinggi kerajaan seperti BISMA, Widuran, Guru Drona, Sangkuni, dan Karna tidak sanggup menghindar dari ilusi Krishna. Kejadian yang menimpa Duryudana dan Ayahnya merupakan gambaran siksaan di neraka atas keserakahan dan kemunafikannya.

Setelah Duryudana sadar dari ilusi, beliau menjadi kebingungan antara nyata dan tidak nyata. Dan disaat itulah Krishna pergi berpamitan dengan Raja Destrarasta untuk memulai perang.

0 komentar:

Poskan Komentar

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish