Site and learn your application

Rabu, 15 Oktober 2014

Perisai Karna Ditukar Dengan Senjata Kunto

Indo Amaterasu
Wayang Karna Memegang Senjata Kunto

Karna Raja Angga adalah ksatria yang dari lahir telah dianugerahi perisai dan anting-anting dari dewa Surya. Perisai inilah yang melindungi Karna dari setiap serangan senjata, dan mengantarkannya banyak mendapatkan kemenangan. Menjelang perang Kurukshetra (Baratayudha), dewa Indra datang dengan menyamar sebagai resi tua untuk meminta anting-anting dan perisai Karna.

Dewa Indra menawarkan 2 pilihan, pilihan yang pertama "Bila engkau memihak Pandawa, maka akan Aku urungkan niatku untuk meminta anting-anting dan perisaimu". Sedangkan pilihan kedua, bila engkau lebih memilih pihak Kurawa maka kemenanganmu akan sia-sia, Kurawa tetap membawa kehancuran bagi rakyatnya. Engkau boleh memihak Kurawa sebagai pelindungnya, tetapi harus menyerahkan anting-anting da perisaimu".

Akhirnya Karna Raja Angga lebih memilih memihak Kurawa dan menyerahkan anting-anting serta perisainya. Alasa dewa Indra meminya anting-anting dan perisai, karna dalam perang keluarga (Pandawa dan Kurawa) tidak boleh ada bagian dewa yang terlibat perang. Perlu diketahui anting-anting dan perisai karna adalah pemberian dewa Surya (Batara Surya). Dewa Indra selalu komitmen dengan apan yang dikatakannya dan  setiap meminta sesuatu, dewa Indra menawarkan permintaan. Dewa Indra menyuruh Karna untuk mengajukan permintaan.

Karna meminta senjata yang ampuh, dengan satu kali serangan musuh akan tewas. Akhirnya dewa Indra mengabulkan permintaanya dan memberinya senjata Kunto. Dewa Indra berpesan, senjata tersebut hanya sekali pakai. Karna mempunyai rencana, senjata kunto akan dilepaskan hanya untuk membunuh adiknya sendiri Arjuna.

Dalam perang Kurukshetra, Gatotkaca putra BIMA mengamuk menginjak-injak ribuan pasukan Kurawa, dan menyerang Duryudana. Semua senjata Kurawa dimentahkan Gatotkaca dengan menjelma sebagai raksasa yang sangat besar. Dalam kondisi kepepet, Duryudana memerintahkan Karna untuk membunuh Gatotkaca. Karna tahu dengan panah biasa tidak mungkin dapat membunuhnya, kecuali menggunakan panah Kunto. Karna menjadi galau mau mengeluarkan senjata Kunto, karena senjata tersebut hanya digunakan membunuh Arjuna.

Berkat desakan sahabatnya Duryudana, akhirnya Karna melepaskan senjata kunto tepat mengenai jantung Gatotkaca sehingga tewas. Kematian Gatotkaca membuat para Padawa merasa kehilangan dan sedih, lain dengan Basudewa Krishna yang sedikit lega dengan kematian Gatotkaca, karena Arjuna pasti selamat tanpa senjata Kunto.

0 komentar:

Poskan Komentar

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish