Site and learn your application

Kamis, 27 November 2014

Verbatim Konseling Kelompok Behavioral

Indo Amaterasu
Konseling Behavioral pada mulanya dikembangkan oleh Skinner, dan semakin populer dan meluas aplikasinya atas kerja Krumboltz, Kazdin, Wolpe, dan Laxarus. Konseling Behaviroal dikembangkan atas asumsi dan konsep dasar seperti reaksi terhadap konseling psikoanalitik dan humanistik, mempelajari semua tingkah laku, pendekatan dan menekankan perilaku kekinian, melihat perilaku secara deterministik, dan fokus pada perubahan tingkah laku.

Jadi Konseling Behavioral lebih menekankan tejadinya perubahan perilaku maladaftif dan belajar pola-pola perilaku yang lebih efektif.

Verbatim Konseling Kelompok Behavioral


 Konselor/Konseli
 Dialog
 Metode/Teknik
Konselor


“Selamat siang teman-teman, bagaimana kabarnya hari ini semuanya sehat? ”
Acceptence (penerimaan)
Konseli 1
“ Baik Bu, tapi saya agak capek Bu, karena bergadang membuat tugas Bu”

Konselor
“Ia itu tadi dari Ute yang dia merasa agak capek, bagaimana dengan Ical?”
Lead
Konseli 2
“ Kalau saya sendiri keadaannya baik Bu, karena sering berolahraga”

Konselor
“Ia kamu harus lebih sering berolahraga ya Ical” kalau Kiran?”
Lead
Konseli 3
“Kalau saya selalu sehat Bu”
Lead
Konselor
“Ia bagus sekali Kiran karena sudah selalu menjaga kesehatannya

Konselor
“Baiklah teman-teman adapun kegiatan yang akan kita lakukan kali ini adalah konseling kelompok, dimana kegiatan ini dilakukan dengan duduk melingkar seperti ini. Adapun masalah yang kita bahas adalah masalah yang sifatnya Danger atau masalah yang sifatnya harus segera diatasi. Dalam kegiatan ini juga terdapat asas-asas yakni asas kerahasiaan dimana saya sebagai seorang konselor merahasiakan segala permasalahan yang kita bahas ini. Begitupun dengan teman-teman juga harus merehasiakan permasalahan yang akan kita bahas ya, kemudian asas kesukarelaan dan keterbukaan dimna kita secara terbuka dan sukarela menyampaikan permasalahan yang dihadapi”.
Structuring (Penataan, pembatasan)
Konselor
“ Untuk saling mengakrabkan kita akan melakukan perkenalan bisa dimulai dari depan, kanan, atau kiri saya persilakan, saya sendiri sebagai konselor bernama Dayu”. Mulai darimana kira-kira?”
Perkenalan
Konseli 1
“Dari kiri saja bu”.  

Konselor
“Ia saya persilakan dari kiri saya”

Konseli 2
“ Terima kasih, nama saya Varizal bisa disebut Ical”

Konseli 1
“Nama saya Trisetya Utami biasa dipanggil Uut”

Konseli 3
“Kalau saya Petrus Argianta biasa dipanggil Kiran”

Konselor
“Ia jadi teman-teman sudah memperkenalkan diri, sekarang untuk mengingatkan kembali bisa diulang dari saya Dayu

Konselor 3
“Dayu, Ical, Uut, dan saya Kiran

Konselor 1
“Dayu, Ical, Kiran, dan saya Uut

Konselor 2
“Dayu, Uut, Kiran dan saya Ical, Ia jadi bagus sekali kalian bisa lebih mengakrabkan diri lagi ya?”

Konseli 1,2,3
“Ia bu”

Konselor
“Sebelum kita membahas permasalahan ini ibu punya suatu permainan yakni, cang panjang, ada yang sudah tau?”
Permainan
Konseli 1,2,3
“Belum bu, bagaimana itu bu?”

Konselor
“Begini ibu akan menyanyikan cang panjang kemudian yang tangannya panjang dia akan diberikan sanksi yanitu menghibur kita semua disini, seperti menyanyi, berpuisi, atau berjoged”.  Kita mulai ya..cang..cang panjang yang panjang dia jadi…” (tangan Ical yang panjang) , ya Ical yang menyanyi…
Permainan
Konseli 2
“Garuda pancasila akulah pendukungmu, ia sudah bu”.

Konselor
“Ia bagus sekali Ical, tepuk tangan..(semuanya bertepuk tangan)

Konselor
“Ya itu tadi permainan kecil ya untuk mengakrabkan kita , sekarang teman-teman bisa mengungkapkan permasalahan yang teman-teman miliki, dari siapa?
Peralihan
Konseli 2
“Dari saya uang tidak cukup Bu karena pemasukan yang kurang, untuk sehari hari saja saya masih merasa kekurangan Bu”

Konselor
“Ia itu tadi dari Ical yang merasa kurang karena uang saku tidak cukup, itu dari Ical yang lain”

Konseli 1
“Begini bu saya punya teman SMA dia meminjam uang, dan tidak mau sadar untuk mengembalikannya

Konselor
“Pada dasrnya Ute merasa terbebani dengan teman yang meminjam uang Ute”
Klarifikasi
Konseli 3
“ Kalau saya bu kurang merasa percaya diri dalam berbicara di depan umum dengan teman-teman bu”

Konselor
“ Dantara permasalahan ini yang mana kira-kira akan kita bahas?
Lead
Konseli 1
“Masalah  Kiran karena merasa terganggu dengan permasalahannya

Konseli 2
“Saya juga setuju dengan Uut, yang perlu kita bahas adalah permasalahannya kiran Bu, karena sangat memberatkan”.

Konselor
“Bagaimana Kiran setuju?”

Konseli 3
“Ia saya setuju Bu”

Konselor
“Sekarang bisa Kiran ceritakan secara lebih lengkap masalah yang Kiran hadapi?”
Lead
Konseli 3
“ Baik terima kasih kepada teman-teman. Masalah saya sangat menjadi pikiran buat saya sering gugup apabila berada di depan kelas, terkadang saya tidak merasa percaya diri”

Konselor
“ Dari yang Kiran ungkapkan tadi Kiran merasa kurang percaya diri seperti gugup apabila ada di depan kelas, sejak kapan Kiran merasa tidak percaya diri?”
Acceptance
Konseli 3
“ Sejak saya SMA sampai sekarang tidak merasa percaya diri di dalam kelas ketika sebelum memulai presentasi”

Konselor
“Teman-teman silakan bertanya kepada Kiran?”
Lead
Konseli 1
“Apa yang Kiran rasakan pada saat sebelum presentasi?

Konseli 3
“Yang saya rasakan yang pasti saya cemas, gemetar, dan sangat tidak percaya diri saja terhadap materi yang akan saya sampaikan

Konseli 1
“Mungkin ada tindakan seperti jantung berdebar-debar atau mau ke belakang?”

Konseli 3
“Itu sih tidak pernah cuma itu saja saya merasa tidak percaya diri itu lho Bu”

Konseli 2
“Apa yang membuat Kiran menjadi gemetar di depan kelas?”

Konseli 3
“Saya tidak terlalu menguasai materi, tidak bisa memberikan sanggahan, takut, dan cemas bu”

Konseli 1
“Ada tidak Kiran berbicaranya tersendat-sendat atau tidak lancar?”

Konseli 3
“Hampir setiap harinya saya merasa deg-degan dan tidak percaya diri”.

Konselor
“Tadi Kiran menyatakan bahwa Kiran deg-degan tetapi mengapa pada saat berbicara diluar Kiran bisa, itu yang masih ibu ingin tanyakan kepada Kiran?”.
Konfrontasi
Konseli 3
“Memang pada waktu menyampaikan pesan biasa-biasa saja, memang sebelum tampil saya selalu merasa gemetar seperti itu Bu”

Konselor
“Ia ibu mengerti apa yang kamu rasakan Kiran, yang terlihat adalah kamu  pada kesehariannya memang tidak apa-apa tetapi pada saat tampil memang mengalami deg-degan yang luar biasa ya?” Dari hal ini apa yang Kiran inginkan?”
Empaty
Konseli 3
“Saya sih ingin seperti teman-teman yang lain Bu, seperti Ical saja yang tukang ngantuk bisa percaya diri di depan kelas Bu”.

Konselor
“Kamu berpikir bahwa kamu bisa, tetapi kamu belum melaksanakannya, bukan begitu?” Menurut teman-teman sendiri apa yang bisa kalian bagikan untuk Kiran?”
Konfrontasi, lead
Konseli 2
“Kalau menurut saya begini dengan latihan presentasi di depan kelas, dan jangan lupa belajar juga”

Konselor
“Kalau dari Ical seperti itu bagaimana dengan Ute?”

Konseli 1
“Ia sama Bu dengan latihan bagaimana berbicara dan mengungkapkan pendapat”.

Konselor
“Dari Ibu juga akan memberikan gambaran sedikit, mungkin dengan memberikan contoh ini Kiran akan mempraktekkan apa yang disampaikan oleh Ical dan Ute, kemudian nantinya Kiran bisa menggunakannya sebagai latihan di rumah”. Disini sebelum Kiran maju kedepan Kiran focus mengambil nafas dan berdiri, sebelum maju kamu harus yakin dan paham apa yang kamu akan presentasikan. Kamu bisa maju dengan tidak bungkuk, pandangan lurus kedepan (sambil Konselor berjalan). Sesampainya didepan kamu tidak usah melihat teman-teman anggap saja mereka tidak ada, lalu ambil nafas, dan Kiran bisa memulainya dengan pelan lagi”. Bagaimana Kiran sekarang bisa mencontohkannya kepada Ibu?”
Modelling
Konseli 3
“(sebelum berdiri Kiran menarik nafas, berdiri di depan sambil mencontohkan presentasi di depan kelas). “Baiklah teman-teman saya akan mempresentasikan tentang bahaya rokok bu” (sambil berdiri dengan senyum)

Konselor
“ Ia jadi apa yang kamu praktekkan juga sudah bagus, tetapi Kiran masih ada tertawanya sedikit, jadi nanti harus bisa lebih serius lagi ya, kalau menurut teman-teman yang lain bagaimana?”

Konseli 2
“Bagus bu, Kiran lebih melatih diri lagi”

Konselor
“Ia nanti pasti hasilnya akan lebih bagus lagi ya”.

Konseli 1
“Disini Kiran harus merasa terbiasa atau mengalami pembiasaan seperti itu Bu”

Konselor
“Jadi itu masukan dari teman-teman apabila dilakukan terus menerus maka hasilnya akan maksimal seperti tangannya masih bergerak-gerak, kamu harus lebih menguatkan dan mempertahankannya ya?”
Reassurance
Konseli 3
“Ia saya akan mencoba apa yang disampaikan oleh Ibu dayu dan teman-teman, saya akan berusaha melatihkannya”.

Konselor
“Ia bagus sekali apa yang sudah Kiran ingin capai, jadi mudah-mudahan segera terwujud”. Apa yang kamu rasakan setelah kita membahas permasalahan Kiran?”
Reassurance
Konseli 3
“Yang saya rasakan lega, bisa mendapat pemecahan masalahnya dan saya yakin saya bisa menyelesaikannya Bu, Baik kira-kira ada pertanyaan lain?”
Lead
Konseli 2
“Saya rasa tidak ada Bu”.

Konselor
“Ia itu dari Ical, kalau Ute sendiri sudah?”

Konseli 1
“Ia sudah bu”

Konselor
“Itulah kegiatan kita pada kali ini, dimana Kiran berusaha mengurangi ketidak percayaan diri yang dimiliki oleh kiran, kira-kira kapan kita akan bertemu lagi?”
Summary, Lead
Konseli 2
“ Besok bu”.

Konseli 1
“ia saya setuju bu”.

Konselor
“Ia ibu akan stand by disini, jadi kalian bisa datang kapanpun kalian mau”.

Konseli 3
“Bagaimana kalau kita tentukan waktunya bu?”

Konselor
“ Kalau jam 8 pagi bisa? Bagaimana bisa?”
Lead
Konseli 1,2
“Bisa bu”

Konseli 3
“Kalau saya jam 8 masih ada urusan Bu, bagaimana kalau jam 9.30 saja Bu? Kalau teman-teman yang lain bisa?”

Konseli 1,2
“Ia bisa”

Konselor
“Kira-kira ada yang ingin disampaikan lagi kepada Ibu?”

Konseli 3
“Kita tentukan memang masalahnya siapa yang akan dibahas?”

Konselor
“Kira-kira masalah siapa yang akan dibahas terlebih dahulu?”

Konseli 1
“Masalah saya Bu”.

Konselor
“Ia kalau begitu pada pertemuan selanjutnya kita akan membahas masalahnya Uut. Inilah hasil dari konseling kelompok kita pada hari ini, terima kasih kalian telah datang, dan selamat siang”.
Terminasi
Konseli 1,2,3
“Ia bu, selamat siang juga (sambil bersalaman)



Download Verbatim Konseling Kelompok Behavioral

Verbatim Konseling Kelompok Behavioral [Word] [Dropbox]
Verbatim Konseling Kelompok Behavioral [PDF] [Dropbox]
Verbatim Konseling Kelompok Behavioral [Word] [4Shared]
Verbatim Konseling Kelompok Behavioral [PDF] [4Shared]

0 komentar:

Poskan Komentar

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish