Site and learn your application

Kamis, 27 Agustus 2015

Jenis Pendekatan Konseling Kelompok

Indo Amaterasu
Konseling Kelompok terdiri atas tiga jenis pendekatan yaitu pendekatan berpusat kritis, pendekatan berpusat masalah, dan pendekatan berpusat pertumbuhan. Ketiga pendekatan Konseling Kelompok ini harus dikuasi konselor supaya tujuan yang ingin dicapai dari konseling kelompok terwujud.

Berikut ini penjelasan dari ketiga pendekatan Konseling Kelompok:

1. Pendekatan Berpusat Kritis
Konseling Kelompok berpusat kritis berkenaan dengan penanganan masalah-masalah yang sangat mendesak untuk segera diatasi. Beberapa kejadian atau peristiwa perlu segera mendapatkan perhatian untuk cepat diatasi. Jika kelompok tersebut telah bertemu dan mencapai kohesivitas kelompok maka situasi krisis dapat ditangani dengan mudah melalui pendekatan berpusat masalah atau pendekatan berpusat pertumbuhan.jika krisis tersebut berlalu maka kelompok dapat kembali ke fokus semula, yakni membahas masalah yang dialami dan mencari alternatif penyelesaiannya.

Beberapa kelompok terbentuk dan memulai hubungannya melalui peristiwa atau situasi yang kritis. Misalnya, pendekatan ini dapat digunakan untuk membantu konseli yang mengalami konflik kritis dengan guru tersebut, konflik antar konseli kelompok di kelas, konflik yang terjadi di lapangan permainan sekolah, atau konflik yang disebabkan perbedaan suku atau agama.

2. Pendekatan Berpusat Masalah
Konseling Berpusat Masalah memusatkan pada penangangan masalah yang dialami konseli yang kurang begitu mendesak dan belum mencapai titik kritis. Pendekatan ini cocok untuk konseli yang mengalami masalah dengan intensitas emosi yang tidak sekuat saat krisis terjadi. Kadang-kadang konseling kelompok berpusat masalah berfokus pada masalah yang dialami konseli setelah intensitas krisi yang memuncak berlalu.

Konselor memberikan layanan konseling kelompok berpusat masalah bagi konseli yang mengalami kesulitan belajar dan ingin meningkatkan keterampilan menyelesaikan masalah belajarnya agar meningkat prestasinya. Demikian pula konselor membantu konseli yang mengalami masalah hubungan antar pribadi dan ingin meningkatkan ketrampilan komunikasi sosial agar dapat berinteraksi dengan teman-temannya lebih. Disamping itu konselor mebantu konseli yang mengalamai masalah kesulitan menentukan pilihan program studi setelah lulus.

3. Pendekatan Berpusan Pertumbuhan
Kelompok Berpusat Pertumbuhan memusatkan pada perkembangan pribadi dan sosial konseli. Suatu krisis bukanlah semata-mata alasan untuk dilaksanakannya konseling kelompok. Suatu kelompok dapat memusatkan pada pembelajaran tentang diri dan orang lain melalui beberapa pengalaman antar pribadi yang akrab dan intensif.

Kelompok Berpusat Pertumbuhan dirancang bagi semua konseli dan mereka memberikan perhatian pada kbutuhan dan minat umum konseli pada berbagai tahap perkembangan. Berkembang menuju kedewasaan dan bersekolah biasanya dipenuhi berbagai masalah, beberapa masalah yang lebih serius dari yang lain. Diasumsikan bahwa konseli perlu mengemukakan dan membahas masalah-masalah sepsifik yang berhubungan dengan perkembangand dirinya. Untuk itu konseling kelompok sangat bermanfaat untuk keperluan tersebut.

0 komentar:

Poskan Komentar

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish