Site and learn your application

Sabtu, 19 September 2015

Melemahnya Kurs Rupiah Terhadap Dolar AS Disambut Hangat Oleh Para Blogger

Indo Amaterasu
Hampir setiap hari di televisi selalu menyajikan pemberitaan melemahnya rupiah terhadap dolar AS. Banyak pula yang memojokkan pemerintahan Joko Widodo terutama yang masih dendam akibat kekalahan pilpres tahun lalu. Faktanya melemahnya rupiah tahun ini berbeda dengan tahun 1998, dimana Indonesia benar-benar mengalami krisis monoter.

Menurut pengamtan admin indoamaterasu melemahnya rupiah terhadap dolar AS ada untungnya juga yaitu rakyat Indonesia yang punya hobi membeli barang-barang dari luar negeri menjadi berkurang, sehingga mendorong menggunakan produk lokal "I Love Indonesia" hehe.

Report Type AdSense
Report Type AdSense

Nilai kurs rupiah terhadap dolar AS membawa dampak positif bagi para publisher. Misalkan Anda perbulan mendapatkan penghasilan sebesar 500 U$ tinggal kalikan nilai kurs sekarang. Bila 1 dolar U$ tembus 14. 500 x 500 = Rp. 7. 250.000. Hems angka yang berbicara, ckup besar bukan?? bahkan mampu mengalahkan penghasilan pegawai Bank yang kelihatannya keren dengan jam kerja lebih dari 6 jam sehari.

Kalau blogger?? hanya cukup duduk manis sambil minum kopi dan mengetik artikel di blog. Jam kerja blogger sangat fleksibel bisa 5 menit, 10 menit, bahkan 1 jam perhari. Tergantung Anda mau menulis artikel berapa dalam sehari.

Namun bila afiliasi Anda PTC (Pay Per Clik) dari Indonesia seperti KlikSaya, KumpulBlogger, dan lain sebagainya tidak merasakan dampak kenaikan dolar terhadap rupiah. Maka dari itu segeralah pindah menggunakan Google AdSense, Infolink, Chitika, dsb. Berikut ini ada 6 PPC Asing Yang Dapat Anda Coba Untuk Mengais Dolar.

Kesimpulan
Setiap kenaikan kurs Dolar terhadap Rupiah, pasti akan memberikan dampak yang luar biasa terhadap segala sendi kehidupan kita. Disadari atau tidak, dua hal berbeda akan mengiringi "nuansa hati" para blogger.

Di satu sisi, hati akan merasa senang dengan hal itu karena pasti dari sisi pendapatan akan mengalami kenaikan. Namun di sisi lain, hal itu juga berpengaruh terhadap kenaikan harga barang kebutuhan kita. Selain itu, sikap kesadaran terhadap sesama yang masih kekurangan menjadi sisi "buruk" kehidupan kita. Karena belum semua saudara-saudara kita mampu dan layak dalam memenuhi kebutuhan hidup kesehariannya.

Maka, sudah wajar niat hati kita harus memilih salah satu sisi tersebut. Dan semuanya, kita kembalikan pada perasaan dan Nasionalisme rekan-rekan blogger semua.

0 komentar:

Poskan Komentar

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish