Site and learn your application

Rabu, 20 Januari 2016

Dilema Pantangan Klasik Pasca Operasi Caesar Dengan Anjuran Dokter

Indo Amaterasu
Dalam masyarakat telah berkembang yang namanya tradisi dan uniknya tradisi tersebut tidak mengenal zaman. Di zaman modern seperti ini masih ada sebagian besar orang yang meyakinininya. Yang menjadi dilema bagi ibu melahirkan dengan operasi caesar pasti dokter menyarankan tidak boleh nyirik (tidak ada pantangan), soalnya dalam bedah caesar yang dioperasi adalah rahim bukan lambung.

Dokter menganjurkan makan-makan yang mengandung protein tinggi seperti telur, daging ayam, dan tempe. Menu makanan yang diberikan dari rumah sakit juga seperti yang dianjurkan dokter. Tetapi ketika pasien di izinkan pulang masalah muncul yaitu pantangan. Banyak yang beranggapan tidak boleh makan putih telur, daging ayam, dan lain sebagainya alasannya luka bekas operasi tidak cepat kering. Masuk akal nggak??
Dilema Pantangan Klasik Pasca Operasi Caesar Dengan Anjuran Dokter

Ilustrasi tersebut menjadi dilema sebagian besar ibu hamil pasca operasi caesar, terutama bagi mereka yang masih percaya pada keyakinan klasik yang belum tentu benar. Bila kita menjelaskan kepada mereka percuma, karena mereka mengeluarkan dalil pengalaman dari tahun-ketahun. Perlu dikethaui protein memegang peranan penting untuk menyembuhkan luka bekas bedah caesar. Telur, daging ayam, dan tempe mempunyai kandungan protein cukup tinggi.

Ilmu kedokteran telah berkembang pesat, dokter menyarankan begitu pasti berdasarkan penilitian bertahun-tahun yang terbukti akan kebenarannya dan bukan percaya pada mitos yang katanya.. dan katanya. Pendidikan orang zaman dulu dengan sekarang juga berbeda, hal ini bukan berarti merendahkan orang zaman dulu, namun ilmu yang diperoleh orang zaman sekarang lebih luas dan maju.

Berdasarkan observasi di lapanngan orang yang meyakini nyirik (pantangan) umumnya berada di desa-desa dimana pendidikannya masih renda. Sebagai ilbu yang melahirkan anak pasca operasi caesar harus pandai memilih makanan yang terbaik untuk dirinya sendiri bukan derdsarkan anggapan klasik yang belum tentu benar.

0 komentar:

Poskan Komentar

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish