Site and learn your application

Kamis, 12 Mei 2016

Mengenal Lebih Jauh SSH atau Secure Shell

Saat ini, sedang ramai dibicarakan mengenai pemakaian Secure Shell atau SSH apakah sebuah tindakan ilegal atau legal. Padahal, SSH umum digunakan oleh para administrator sebuah sistem untuk mengakses sebuah komputer dari sebuah perangkat tanpa harus berada di depan komputer tersebut. Tentunya dengan teknologi tersebut, jika ada masalah dapat dengan cepat diselesaikan dari jarak jauh atau remote. Lalu SSH sendiri itu apa?

Secure Shell sendiri merupakan sebuah protokol jaringan yang terenkripsi untuk melakukan akses terhadap perangkat komputer lainnya, melakukan login, atau melakukan operasi jaringan lainnya pada sebuah jaringan umum yang biasanya tidak aman. Jadi, saat melakukan akses ke komputer lain melalui jaringan umum seperti internet, isi perintah yang ada akan jauh lebih sulit untuk dibaca oleh para hacker.

Protokol SSH sudah ada secara native pada sistem operasi terbaru saat ini, kecuali Windows. Hal ini berarti UNIX, Linux, MacOS, OpenBSD, FreeBSD, dan lain sebagainya sudah mendukung langsung pada saat diinstalasikan. Untuk Windows, para admin pun harus menggunakan software pihak ketiga seperti PuTTY.
Mengenal Lebih Dalam SSH atau Secure Shell

SSH juga lazim digunakan untuk melakukan akses penuh pada sebuah virtual private server dan juga untuk web server. Selain itu, admin juga sering melakukan transfer data melalui protokol SSH dengan SFTP dan protokol lainnya. Hal ini tentu saja membuat kerja para administrator lebih mudah dan cepat. Tunnelling juga sering digunakan saat sebuah jaringan tidak bisa memberikan fasilitas yang dibutuhkan oleh para administrator. Jaman dulu, tunneling sering digunakan untuk mempercepat koneksi internet dengan melakukan sistem kompresi pada sebuah server.

Ilegal?
Sayangnya, manfaat dari SSH ini kerap disalah gunakan oleh beberapa pihak. Protokol SSH sendiri mampu membuat para penggunanya untuk melakukan bypass terhadap firewall dan proxy. Dan pada sebuah jaringan data yang disediakan oleh para operator seluler, meninggalkan banyak lubang keamanan yang dapat dimanfaatkan oleh para penggunanya untuk melakukan bypass terhadap sistem biliing operator. Hal ini tentu saja membuat internet yang digunakan tidak dianggap berbayar alias gratis.

Biasanya, cara membobol seperti ini diperjualbelikan oleh beberapa orang dan pada akhirnya ditutup celah tersebut setelah para operator sadar mengenai lubang keamanannya. Tindakan seperti inilah yang menjadi ilegal. Selain menggunakan jaringan miliki para operator tanpa biaya, mereka yang menggunakan trik tersebut akan melakukan download secara masif. Tindakan abusive ini tentu saja akan memberatkan jaringan sang operator secara keseluruhan.

Beberapa operator pun juga memiliki lubang keamanan yang membuat para hacker mampu melewati batas kecepatan internet yang sudah ditetapkan sebelumnya. Misalkan sebuah paket data dipatok sampai dengan 1 Mbps, dengan lubang keamanan yang ada sang pengguna mampu melakukan akses lebih dari itu. Akibatnya pengguna lainnya yang memakai jalur resmi tidak akan mendapatkan kecepatan seperti yang dijanjikan oleh operator.

Tindakan ilegal lainnya bisa seperti melakukan brute force DDOS melalui SSH. Dan masih ada beberapa tindakan ilegal yang dapat dilakukan melalui secure shell.

Kesimpulan
Jelas bahwa protokol SSH digunakan oleh semua admin di seluruh dunia. Hal ini sudah menjadi sebuah kebiasaan para administrator seperti halnya kita melakukan pembicaraan melalui telepon tanpa harus bertatap muka secara langsung.  Dan karena semua sistem operasi dapat melakukan protokol SSH, tentu saja hal ini legal untuk digunakan.

Yang ilegal tentu bukan protokol SSH, tetapi cara para hacker membuat SSH untuk melakukan bypass keamanan sebuah server sehingga menguntungkan mereka sendiri dan merugikan pihak lain. Ada operator yang saat ini menutup akses SSH pada jaringannya karena banyak para hacker dan script kiddies yang memperjualbelikan akses gratis melalui SSH di internet. Padahal, sang hacker bisa saja ditangkap dan dikenakan pasal berlapis.

0 komentar:

Poskan Komentar

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish