Site and learn your application

Minggu, 03 April 2016

Kenapa Kapasitas Penyimpanan Harddisk dan USB Flashdisk Selalu Tidak Sesuai Ukurannya

Indo Amaterasu
Pernahkah Anda bertanya kepada diri sendiri dan orang lain kenapa kapasitas penyimpanan harddisk, USB Flashdisk, dan storage device lainnya selalu tidak sesuai dengan ukurannya. Misalnya Anda membeli harddisk 1 TB namun ketika dicek tidak sampai 1 TB, melainkan cuma 931 GB. Contohnya seperti harddisk eksternal Fujitsu berikut ini. Di casingnya bertuliskan 1TB, namun setelah di cek klik kanan propertis hasilya 931 GB.

Para pabrikan pembuat storage devive biasanya menggunakan angka pembagi yang lebih mudah. Nilai konversi yang digunakan pabrik adalah 1:10 (1 byte berharga 10 bit, 1 kilobyte berharga 1000 byte). Padahal, nilai aslinya adalah 1:8 (1 byte berharga 8 bit dan 1 kilobyte berharga 1024 byte), sehingga menimbulkan selisih saat mengkonversi antara nilai kapasitas sebenarnya dengan nilai kapasitas yang tertera pada kemasan. Selisih ini biasanya hanya dibulatkan ke atas begitu saja.

Tentunya pembulatan yang dilakukan juga memiliki standar tersendiri, yaitu harus mengikuti aturan 2 pangkat, artinya diusahakan agar terus mengikuti deret 1, 2, 4, 8, 16, 32, 64, 128, dan seterusnya (sama seperti susunan dalam bilangan biner). Nah, sekarang saya akan memberikan contoh kecil ketika saya membeli Micro SD card ukuran 8 Gigabyte.

Kalau dikonversikan ke kilobyte dengan menggunakan ukuran awam, maka kita akan mendapatkan hasil 8.000.000.000 byte. Tetapi begitu kita mengkonversikannya ke satuan internasional atau satuan yang benar, maka hasilnya adalah 8.000.000.000:(1024 x 1024 x 1024 x 1024 (kita mengalikan 1024 sebanyak 4 kali karena dari byte ke gigabyte memerlukan 4 tingkatan)) maka hasilnya adalah 7.275 atau 7.3 GB, dan akhirnya harus dibulatkan menjadi 8 GB (mengingat aturan 2 pangkat tadi, sehingga tidak bisa dibulatkan ke 7 GB).

Lalu bagaimana? Apa harus diprotes? Jawabannya adalah tidak perlu, karena semua jenis storage device dan berapapun kapasitas dan apapun merknya pasti mengalami hal ini. Sebenarnya alasan utamanya agar tidak repot saja, tapi ya konsekuensinya jadi seperti itu.

0 komentar:

Poskan Komentar

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish