Site and learn your application

Kamis, 02 Juni 2016

9 Tips Mempercepat Kinerja SSD

Indo Amaterasu
Storage device yang paling cepat saat ini adalah SSD (Solid State Drive), SSD diklaim mempunyai kecepatan 10 kali lipat dibandingkan Harddisk biasa. SSD pertama kali diperkenalkan ke publik bersamaan Ultrabook, kini SSD sudah dijual terpisah dengan Ultrabook dan dapat digunakan untuk storage Komputer. Meggunakan SSD hanya membutuhkan beberapa detik untuk booting Windows.

Media penyimpanan SSD tidak menggunakan piringan cakram melainkan dengan Chip dan Memory yang tertanam di dalamnya. Untuk itu perawatan SSD berbeda dengan HDD konvesional. Bila menggunakan HDD disarankan melakukan defrag harddisk sedangkan SSD tidak boleh di defrag.

Baiklah berikut ini 9 Tips Mempercepat Kinerja SS:

1. Jangan Defrag
Berbeda dengan HDD, SSD tidak membutuhkan deframentasi. Malah proses tersebut akan memperpendek usia SSD. Pada HDD, defrag akan merapikan susunan file dan mengoptimalkan penempatannya pada cakram HDD. SSD tidak menggunakan cakram seperti HDD, dan proses defrag hanya akan membuat proses menulis menjadi lebih sering yang mana malah akan menurunkan kinerja SSD nantinya. Oleh karena itu secara default, Windows 7 telah menonaktifkan fitur defragmentasi jika Anda menggunakan SSD.

2. Jangan Sembarang Kloning
Selain defrag, hal lain yang tabu dilakukan pada SSD yaitu melakukan kloning. Biasanya kloning dilakukan jika Anda hendak memindahkan sistem operasi atau data secara menyeluruh dari media simpan satu ke yang lainnya. Proses kloning menggunakan utiliti biasa akan berdampak pada berkurangnya umur SSD. Namun jangan kuatir, Anda tetap bisa melakukan kloning, asalkan menggunakan utiliti yang tepat. Jika ingin membackup SSD, gunakan utiliti yang dikhususkan untuk SSD seperti O&O SSD Migration Kit atau Paragon Migrate OS to SSD.

3. Gunakan sistem operasi terbaru
Windows XP dan Vista hadir sebelum era kemunculan SSD sehingga sistem operasi tersebut tidak akan berjalan optimal dikarenakan tidak menyertakan fitur khusus untuk SSD. Sistem operasi yang direkomendasikan untuk SSD yaitu Windows 7/8/8.1/10 Mac OS X 10.6.6+ dan Linux Kernel 2.6.33+ keatas. Meski beberapa sistem operasi dibawah itu ada yang bisa ‘dioprek’ agar bisa memaksimalkan kinerja SSD, tetapi tidak akan semaksimal saat menggunakan sistem operasi yang lebih baru.

4. Aktifkan TRIM


Alasan spesifik untuk nomor 4 yaitu dikarenakan sistem operasi anyar telah mendukung TRIM. TRIM merupakan fitur pada SSD yang akan berkomunikasi dengan sistem operasi dimana akan melaporkan blok mana yang dianggap tidak gunakan dan menghapus data yang tersisa secara internal sehingga SSD dapat bekerja dengan optimal per ruang disk. Untuk melihat informasi aktivasi TRIM bisa menggunakan aplikasi CrystalDiskInfo (Windows). Cara lain bisa dengan perintah melalui Command Prompt dengan mengetikkan fsutil behavior query disabledeletenotify. Jika hasilnya menampilkan “DisableDeleteNotify = 0″ berarti TRIM sudah aktif.

5. Sisakan ruang kosong yang cukup
Periksa spesifikasi dari SSD yang Anda gunakan. Beberapa produsen menyarankan untuk menyisakan sekitar 10 sampai 20% ruang kosong. Ruang kosong ini akan membantu meratakan algoritma agar distribusi data di modul NAND seimbang. Semakin sedikit kapasitas ruang kosong, akan membuat kinerja SSD lebih keras dan akan memperpendek usia pakainya.

6. Jangan terlalu sering digunakan untuk menulis data
SSD lebih tepat digunakan untuk memasang sistem operasi dan bukan sebagai untuk menyimpan data, apalagi berukuran besar. Untuk mempertahankan masa pakai SSD usahakan untuk sejarang mungkin menulis data melaluinya. Apalagi kemampuan menulis pada SSD lebih lambat dibanding kemampuan membaca. Jadi gunakan SSD sebagai media simpan utama untuk sistem operasi saja, dan Anda mesti tetap menyertakan HDD konvensional untuk penyimpanan data, terutama berukuran besar.

7. Jangan simpan file atau data berukuran besar

Mirip dengan nomor 7, SSD paling tepat digunakan untuk menjalankan sistem operasi saja. Semakin sering digunakan untuk menulis maka akan semakin pendek usia pakainya, apalagi untuk data berukuran besar. Gunakan HDD konvensional sebagai media simpan kedua untuk melakukan aktifitas penyimpanan data besar atau data yang sering disunting.

8. Besarkan kapasitas RAM
Hingga saat ini, harga SSD masih jauh lebih mahal dibanding RAM memori. Karena itu ada baiknya Anda menyediakan kapasitas RAM yang lebih besar. Besarnya kapasitas RAM akan membuat proses menulis pada SSD akan lebih sedikit karena beralih pada RAM. Jadi kesimpulannya semakin besar kapasitas RAM memori, maka SSD akan lebih tahan lama. Jangan lupa untuk menggunakan RAM berkualitas yang mampu menunjang kinerja SSD agar berjalan optimal.

9. Matikan atau hapus fitur OS yang tidak penting

Sistem operasi memiliki beberapa fitur yang akan melakukan proses penulisan data disaat memori tidak mampu melakukannya. Biasanya fitur ini akan membantu mempercepat kinerja pada media HDD, tapi tidak berlaku pada SSD. Sesuai dengan petunjukan nomor 7, justru hal ini akan menjadi kendala pada SSD. Untuk itu Anda bisa menonaktifkan fitur seperti paging file dan memindahkannya ke HDD. Begitu pula dengan hibernation, superfetch, prefetch, Ready Boost, Ready Drive, Search Indexing, serta temporary files dan cache yang bisa dimatikan atau dipindahkan lokasinya.

0 komentar:

Poskan Komentar

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish