Site and learn your application

Minggu, 26 Juni 2016

Khong Guan, Biscuits Legenda Yang Selalu Ada Pas Lebaran

Indo Amaterasu
Pasti Anda sudah tidak asing lagi dengan Bicuits Khong Guan, apalagi menjelang lebaran seperti ini pasti menghiasi supermarket, dan toko-toko kecil yang menjual jajanan. Sejak kemunculannya biscuits Khong Guan tidak ada yang berubah dan bertambah. Mereka mungkin tetap mempertahankan produk lama dari warisan nenek moyangnya.

Ciri khasnya dapat dilihat dari kemasan (dalam bahasa jawa disebut blek, rodong, kumplung) yang bentuknya silinder dan kotak persegi. Isi dari Khong Guan terdiri dari beberapa jenis biscuits atau multi biscuits. Khong Guan sendiri telah melegenda hingga saat ini, ketika memasuki lebaran pasti tiap meja rumah tersedia Khong Guan.

Baca: Teka-Teki Hilangnya Ayah di Biscuit Khong Guan. Ini Jawabannya !

Khong Guan Telah Kamuflase
Yang jadi pertanyaan apakah biskuit Khong Guan yang disajikan kepada tamu disaat lebaran isinya benar-benar biscuit? hems ternyata tidak. Khong Guan telah ber-kamuflase dengan isi rengginang (krecek), kadang diisi juga criping (kripik dari pisang), atau opak gadung (krupuk gadung). Pasti tertawa kecil bila menjumpai biscuits Khong Guan Kamuflase hehe. Sebenarnya yang membuat legenda itu nama Khong Guan atau blek/ rodong/ wadahnya ya? silahkan disimpulkan sendiri.
Khong Guan Isi Rengginang
Khong Guan Isi Rengginang

Khong Guan Milik Keturunan China atau Belanda?
Silahkan perhatikan kemasan Khong Guan, dengan ciri khas warna merah bertuliskan Khong Guan dan gambar keluarga kecil yang sedang menikmati biscuit Khong Guan. Ditinjau dari namanya, Anda bisa menebak ini didirikan oleh keturunan China, dengan nama Khong Guan. Mungkin keluarga Khong Guan.
Keluarga Khong Guan
Keluarga Khong Guan

Yang jadi pertanyaan kenapa gambarnya kok orang Belanda (bule), apakah sebagai market pasar yang kala itu Belanda lebih ternama daripada Tionghoa. Atau biscuits Khong Guan didirikan patungan antara keturungan China dan Belanda. Sampai saat ini belum ada kajian yang meneliti hal tersebut, dan menjadi perntanyaan yang masih jadi misteri.

0 komentar:

Poskan Komentar

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish