Friday, September 1, 2017

Apa Itu Saracen dan Apa Tujuannya Menyebarkan Fitnah

Beberapa waktu yang lalu lihat tayangan Indonesia Lawyer Club (ILC) dengan tema Halal-Haram Saracen. Ini merupakan kegiatan Admin selain ngeblog yaitu nonton ILC supaya tidak ketinggalan berita politik tanah air. ILC itu keren sekali karena kumpulan orang hebat ada di sini, mereka saling mengungkapkan argumen yang menurutnya benar namun bisa juga menambah wawasan kita untuk mengikuti isu-isu politik dan sosial yang berkembang saat ini.

Pada awalnya sebenarnya belum paham apa yang dimaksud Saracen, menariknya lagi ada kata Halal-Haram. Tema tersebut membuat rasa penasaran sehingga ngikuti ILC sampai habis. Setelah tayangan selesasi baru bisa menyimpulkan apa itu Saracen? apa tujuannya? apa motivnya? dan siapa dibalik Saracen. Untuk menjawabnya silahkan simak uraiannya berikut ini.

Selain mengerti apa itu Saracen, Admin baru kali ini lihat wajah Jonru Ginting. Sebelumnya yang diketahui cuma postingan di sosial media tentang ujaran kebencian. Ternyata beliau hadir di ILC dengan tema Halal-Haram Saracen.

Pengertian Saracen
Saracen adalah sebuah organisasi yang terdiri dari beberapa orang ahli dibidang website, dan mereka yang hobi nulis artikel fitnah di sosial media. Yang pasti anggota Saracen ini melek IT, mereka menguasai dunia internet dan seisinya.

Saracen menerima orderan dari calon pemimpin, bisa calon walikota, calon bupati, dan ikut terlibat dalam pilpres untuk memenangkan calon tertentu yang membayarnya. Jadi Saracen ini bergerak kalau ada orderan dengan tugas membuat website dan menyebarkan fitnah di sosial media.

Pendiri Saracen
Berdasarkan informasi yang di dapat dari ILC dengan mewawancarai Jasriadi dan Sri Rahayu diketahui siapa pendiri dan ketua Saracen. Ketua Saracen adalah Jasriadi, yang mendirikan Saracen adalah Jasriadi bersama teman-temannya. Salah satu anggota Saracen yang tertangkap polisi adalah Sri Rahayu.

Jasriadi Ketua Saracen

Sri Rahayu bertugas menyebarkan kebencian dengan isu sara yang menyangkut RAS. Semua kata-kata yang diposting di akun Faceboonya menyindir pemerintahan Joko Widodo. Sri Rahayu sendiri adalah ibu rumah tangga namun belum punya anak. Baik Jasriadi dan Sri Rahayu merupakan pendukung setia Prabowo, apakah ada kaitannya? silahkan publik yang menilai.
Sri Rahayu
Sri Rahayu

Penggunaan Nama Saracen
Menurut Jasriadi nama Saracen diusulkan oleh temannya yang terinspirasi dari perang salip antara umat muslim dan kristen. Yang jadi tanda tanya kenapa harus Islam dan Kristen? apa ini semacam propaganda untuk mengguncang Indonesia.


Motif Saracen Melakukan Fitnah
Motifnya tidak lain adalah untuk mendapatkan keuntungan dari yang order. Anggota Saracen rata-rata masih muda, mungkin niatnya senang-senang dan mendapatkan penghasilan. Jasriadi sendiri mengaku mencuri ratusan akun Faceboo dan Group Facebook Vietnam yang menyebarkan porno kemudian diambil alih.

Akun curian tersebut adalah yang dijual, direname, dan dikelola untuk menyebarkan isu-isu fitnah. Dampak dari fitnah tersebut kelihatan pada Pilpres 2014 dan Pilgub Jakarta tahun 2017.

Struktur Organisasi Saracen
Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri mendalami kebenaran keterangan para tersangka pengelola grup penyebar konten ujaran kebencian di jejaring sosial Facebook, Saracen, mengenai orang-orang dalam struktur organisasi Saracen.

Selain itu, penyidik juga mencari fakta hukum untuk memastikan kebenaran informasi mengenai nama-nama pengurus Saracen yang beredar luas di internet. Polisi menangkap tiga tersangka pengelola grup Saracen yang berinisial MFT, SRN dan JAS. Tak lama setelah penangkapan ketiga orang itu, beredar informasi mengenai struktur organisasi Saracen dan pengurusnya.
Struktur Organisasi Saracen

Dalam struktur organisasi yang beredar di internet, nama Mayjend Purn Ampi Tanudjiwa dan Dr. Eggi Sudjana SH dicantumkan dalam daftar nama Dewan Penasihat. Selain itu ada nama Dr. M Effendi Harahap, Rijal, Wahyu Diana, dan Riswan dalam Dewan Pakar, lalu Jasriadi sebagai ketua, wakil Agus Setyawan serta sekretaris Firmansyah Sofie, Fatimah Azzahra, Hendra, dan Isharudin. Lalu ada nama Rina Indriani dan Mirda (Retno) yang ditulis sebagai bendahara dan Ferry Juan SH dan Elvie Sahdalena SH MH sebagai ahli hukum.

Menurut Jasriadi organisasi Saracen ini hanya sebatas wacana yang legalitasya belum terpenuhi atau ilegal. Mengenai nama-nama yang terlibat tersebut menurutnya usulan dari teman-temannya. Dalam acara tersebut Mayjend Purn Ampi Tanudjiwa dan Dr. Eggi Sudjana SH melalui kuasa hukumnya membantah tuduhan tersebut.


EmoticonEmoticon