Site and learn your application

8/13/18

Perjuangan Ibu Vyta Sarmun (Guru GGD) Bertahan Hidup Terhadap Gempa di Lombok

Perjuangan Guru Garis Depan (GGD) di Lombok untuk bertahan hidup dari bencana gempa bumi yang terjadi pada tanggal 5 Agustus 2018. Artikel ini dipublish atas izin korban sendiri yaitu ibu Vyta Sarmun Ae yang bertugas di pulau Lombok.

Baca dengan seksama pasti terharu dan empati atas perjuangan beliau, tetap semangat ibu Vyta Sarmun Ae

Kronologi kejadiannya adalah sebagai berikut:

Tepat seminggu lalu, Minggu malam (05/08/2018) pukul 19.46 WITA gempa 7 SR mengguncang kabupaten kami Lombok Utara dan sekitarnya.

Saya bersama teman serumah (mbak Dewi Sri Warni) tidak mampu menyelamatkan diri keluar dari rumah, semuanya berlangsung begitu cepat, tiba-tiba semuanya gelap, kami jatuh dalam keadaan berpelukan, internit, kayu, genteng semuanya menjatuhi tubuh kami Kami hanya bisa istighfar, menyebut namaNYA, dan menguatkan dedek bayi dalam perut kami. Sesaat setelah gempa berhenti, kami berteriak meminta pertolongan... Alhamdulillah bantuan langsung datang, dan kami bisa keluar dari reruntuhan rumah..



Setelah dievakuasi dari reruntuhan, Saya langsung menghubungi suami memberitahukan kondisi kami melalui hape teman. Setelah itu ada info tsunami, tentu saja kami panik, karena rumah kami hanya berjarak 100 m dari bibir pantai, kami dibantu tetangga langsung mengungsi ke arah pegunungan, dengan menahan rasa sakit yang tak terkira di panggul.. Semalaman kami bersama warga mengungsi di tanah lapang daerah pegunungan, di iringi ratusan gempa susulan.

Kami hanya bisa berdoa dan pasrah saat itu..

Siangnya (06/08/2018) suami kami datang dari jawa (Jember dan Semarang) langsung menuju tempat pengungsian menemui kami, bahagia tak terkira saat itu... Langsung kami menuju rumah yang telah hancur, mencari beberapa barang berharga diantara reruntuhan.. setelah itu langsung menuju salah satu RS di Mataram.. setelah dirontgen ternyata saya mengalami retak pada tulang panggul sebelah kiri dan harus bedrest total.. tentu hal ini membuatku kaget, dimana sebentar lagi harus menghadapi lahiran anak kami yang pertama tetapi harus mengalami retak tulang panggul..

Malam itu kami masih menginap di Mataram, namun masih terjadi gempa susulan yang berpusat di Gili.. istirahatpun tidak tenang, tidur diluar menggunakan kursi roda, dan dihantui rasa takut..

Keesokan harinya (07/08/2018) Akhirnya suami memutuskan membawa saya pulang ke jawa meski harus menggunakan kursi roda di bandara, agar bisa istirahat total dan tidak dihantui gempa-gempa susulan lagi.

Begitu banyak korban meninggal dari gempa 7 SR ini..
Alhamdulillah kami dan anak dalam kandungan kami masih diberi kesempatan sama Allah, masih dilindungi sama Allah..

Dan sampai saat ini lombok masih mengalami banyak gempa susulan..

Mohon doa dan bantuannya buat saudara kita yang ada di Lombok..
Semoga segalanya segera mereda dan membaik, sehingga kami bisa bangkit kembali..aamiin..
Aku rindu Lombokku yg indah, tenang dan damai..

Profil Singkat Ibu Vyta Sarmun
Asal: Madiun, Jawa Timur
LTPK: Universitas Negeri Malang - Angkatan I
Tugas: Lombok


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :
Related: Perjuangan Ibu Vyta Sarmun (Guru GGD) Bertahan Hidup Terhadap Gempa di Lombok

0 komentar:

Post a Comment