Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Abjad Cyrillic, Asal-Usul, dan Sejarah Perubahannya


Cyrillic atau Sirilik adalah alfabet yang digunakan oleh banyak bangsa Slavia. Cyrillic dikenal sebagai salah satu sistem penulisan yang paling banyak digunakan untuk menulis manuskrip di Eropa setelah Latin dan Yunani. Saat ini, Cyrillic ini digunakan oleh lebih dari 50 bahasa, termasuk Rusia, Ukraina, Serbia, Kazakhstan, Turkmenistan, dan banyak lagi. Abjad Cyrillic juga memiliki cerita menarik di balik asal-usulnya.


Asal-usul Abjad Cyrillic

Pada tahun 683 Masehi, seorang pendeta Bizantium yang bernama Saint Cyril menciptakan abjad Cyrillic untuk mengkristenkan bangsa-bangsa di Eropa Timur seperti yang diperintahkan oleh Kaisar Michael III. Saint Cyril bersama saudaranya, Methodius, memulai tugas misionaris mereka dengan menerjemahkan Injil ke dalam bahasa Slavia. Bahasa Slavia adalah bahasa asli dari wilayah Slavia, yang sekarang dikenal dengan Rusia, Serbia, Ukraina, Belarusia, Ceko, Bosnia, dan negara-negara Eropa Timur lainnya. Penerjemahan itu mengalami kesulitan dikarenakan terdapat banyak suara asing dalam dialek Slavia. Untuk mengatasi permasalahan itu akhirnya Saint Cyril menciptakan alfabet yang kemudian dikenal dengan Cyrillic. Penyebutan Cyrillic diambil dari namanya 'Cyril'.


Sejarah Perubahan Abjad Cyrillic

Sejak awal diperkenalkannya, abjad Cyirillic telah mengalami beberapa perubahan. Beberapa perubahan utama adalah perubahan yang dilakukan oleh seorang tukang cetak tulisan bernama Ivan Fyodorov. Dia menghilangkan beberapa huruf seperti E dan C, dan beberapa varian huruf O. Selanjutnya, huruf-huruf baru seperti Э dan Й ditambahkan dalam abjad Cyrillic. Pada tahun 1708, Tsar Rusia, Peter Yang Agung, memperkenalkan karakter lower case (abjad-abjad kecil) dan mewajibkan penggunaannya dalam penulisan surat. Setiap karakter alfabet Cyrillic terdiri dari sepasang huruf besar dan huruf kecil. Misalnya, Aa diucapkan sebagai a, dan Pp diucapkan sebagai r.


Dasar-dasar Abjad Cyrillic

Ada 33 huruf dalam alfabet Cyrillic Rusia, diantaranya adalah 11 huruf vokal, 20 huruf konsonan, dan 2 tanda pelafalan. Banyak huruf dalam abjad Cyrillic terlihat mirip dengan abjad Latin, misalnya, A, E, K, M, O, dan T. Meskipun demikian terkadang beberapa huruf yang mirip itu memiliki cara pelafalan yang berbeda. Contohnya adalah kata 'нос' sepertinya dibaca 'hos', tetapi seharusnya dibaca 'nos', yang berarti hidung. Pada awalnya terdapat kesulitan untuk menerapkan abjad Cyrillic ke dalam sistem komputer modern. Tetapi, setelah dirilisnya Unicode 5.1 pada tahun 2008, akhirnya penerapan abjad Cyrillic pada komputer bisa dilakukan.